spot_img
More
    spot_img

    Siap Menuju Geopark Nasional, Kaltara Usulkan 27 Situs Warisan Geologi

    WARTA, TANJUNG SELOR — Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) semakin serius memperjuangkan status Geopark Nasional. Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah daerah resmi mengusulkan 27 calon Situs Warisan Geologi (Geoheritage Site) kepada Badan Geologi Kementerian ESDM.

    Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah DESDM Kaltara, Trimulbar, menyebut langkah ini merupakan komitmen kuat untuk menjadikan Kaltara sebagai kawasan dengan pusat konservasi, penelitian, dan pariwisata berbasis geologi.

    “Upaya ini diawali dari inisiatif YKAN pada 2021 yang melakukan identifikasi awal di Batu Benau, Bulungan. Hasil kajian itu kemudian menjadi usulan Warisan Geologi pada 2022,” jelas Trimulbar, Senin (8/12/2025).

    Diperluas ke Seluruh Kaltara

    Hasil kajian awal yang menyoroti keunikan geologi – mulai dari gua, sungai bawah tanah, hingga keberadaan komunitas Punang Batu – kemudian diperluas cakupannya oleh DESDM Kaltara pada 2024.

    Identifikasi lapangan dilakukan di tiga kabupaten:

    1. Kabupaten Bulungan – Penyumbang Usulan Terbanyak

    • Kawasan Gunung Putih

    • Hulu Sungai Marah

    • Kawasan Bimping

    • Desa Pimping (Gua Gunung Putih & Batu Tumpuk)

    2. Kabupaten Tana Tidung (KTT)

    3. Kabupaten Malinau

    “Dari perluasan itu, kami mendapatkan 24 calon Geoheritage. Ditambah Batu Benau, totalnya menjadi 27 situs yang kembali kami usulkan akhir 2024,” jelasnya.

    Butuh Kerja Sama Banyak Pihak

    Trimulbar menegaskan bahwa pengembangan Geopark tidak bisa dikerjakan sendiri. Perlu kolaborasi lintas sektor agar setiap situs yang diusulkan dapat dikelola dan dilestarikan dengan baik.

    “Harus ada kerja sama semua stakeholder. Tidak hanya OPD provinsi dan kabupaten/kota, tetapi juga pemerhati lingkungan dan masyarakat sekitar,” tegasnya.

    Tiga Indikator Utama Geopark

    Kaltara menargetkan tiga indikator utama dalam pengembangan Geopark:

    • Konservasi: menjaga keunikan dan kelestarian geologi

    • Penelitian: menjadikan kawasan sebagai laboratorium alam

    • Pariwisata: membuka potensi wisata geologi yang berkualitas

    Baca Juga:  BPBD Kaltara Akan Salurkan Bantuan Pompa Air 

    Trimulbar menilai kawasan seperti Batu Benau sudah memenuhi ketiga indikator tersebut, mulai dari nilai konservasi tinggi, potensi penelitian, hingga daya tarik wisata yang khas.

    Ajak Masyarakat Jaga Warisan Geologi

    Dinas ESDM juga mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar lokasi-lokasi geologi, untuk ikut menjaga kelestarian kawasan.

    “Pemprov berkomitmen melakukan koordinasi dan perumusan berkelanjutan untuk mewujudkan pengakuan Geopark. Ini diharapkan menjadi pendorong utama pembangunan daerah di sektor lingkungan, riset, dan ekonomi kreatif berbasis pariwisata,” pungkasnya. (*)

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU