WARTA, NUNUKAN — Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia (BNPP RI), Bapak Ramses Limbong, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan. Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Pengukur Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan Kecamatan Perbatasan Prioritas (IPKP KPP) yang berlangsung di lantai 4 Kantor Bupati Nunukan, Rabu (29/10).
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Ir. H. Jabar, M.Si (mewakili Bupati Nunukan), para camat, perwakilan OPD, serta tim BNPP, Ramses menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan kawasan perbatasan tidak dapat dicapai secara parsial. Ia menekankan bahwa semua pihak harus memiliki visi yang sama untuk menjaga kedaulatan wilayah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami menganut prinsip ‘jaga wilayahmu, sejahterakan rakyatmu’. Artinya, pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan bukan hanya soal fisik seperti jalan dan jembatan, tetapi juga bagaimana masyarakat yang tinggal di sana benar-benar merasakan manfaatnya,” ujar Ramses dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Ramses menjelaskan bahwa BNPP merupakan lembaga yang berada langsung di bawah Presiden, dengan Menteri Dalam Negeri sebagai Kepala BNPP. Lembaga ini bersifat koordinatif dan berperan dalam menetapkan kebijakan, program, serta evaluasi pembangunan di kawasan perbatasan.
Menurutnya, pengukuran Indeks Pengelolaan Kawasan Perbatasan (IPKP) yang sedang dilakukan merupakan salah satu instrumen evaluasi untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pembangunan dan tata kelola wilayah perbatasan yang telah dijalankan.
Dalam kesempatan tersebut, Ramses juga mengungkapkan sejumlah tantangan nyata yang dihadapi masyarakat di wilayah perbatasan, mulai dari keterbatasan infrastruktur dasar, akses jalan yang belum memadai, hingga pelayanan kesehatan dan pendidikan yang masih terbatas.
“Kita masih menemukan masyarakat di wilayah perbatasan yang menggunakan mobil Malaysia, sinyal HP masih roaming ke negara tetangga, bahkan ada kecamatan yang belum memiliki puskesmas. Ini menjadi pekerjaan rumah kita bersama,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara berbagai instansi seperti Kementerian PUPR, Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Desa dalam pembangunan di kawasan perbatasan. Ramses mencontohkan, pembangunan Jalan Paralel Perbatasan (JPP)yang melintasi Kalimantan perlu dituntaskan agar konektivitas antarwilayah dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Selain fokus pada infrastruktur fisik, Deputi BNPP ini juga menyoroti persoalan stunting sebagai indikator kesejahteraan masyarakat. Ia mengapresiasi capaian Kabupaten Nunukan yang berada di bawah angka nasional, namun tetap mengingatkan bahwa masalah stunting merupakan persoalan jangka panjang yang harus ditangani sejak dini.
“Masalah stunting bukan hanya soal kesehatan, tapi juga menyangkut masa depan bangsa. Jika tidak ditangani dengan baik, hal ini bisa menjadi beban bagi negara ketika kita menghadapi era bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.
Ramses juga mengajak seluruh pihak di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nunukan untuk aktif berkoordinasi dan menyusun perencanaan pembangunan yang terukur, berbasis data, serta sejalan dengan rencana tata ruang dan rencana pembangunan kawasan perbatasan nasional.
“Harapan kami, FGD ini bukan sekadar forum diskusi, tetapi menjadi wadah untuk menghasilkan langkah konkret. Data yang dihasilkan nanti sangat penting sebagai dasar kebijakan dan laporan kami ke pemerintah pusat, bahkan ke Presiden,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Ramses berharap agar Kabupaten Nunukan terus berkomitmen memperkuat sinergi dengan BNPP dan kementerian/lembaga terkait demi kemajuan kawasan perbatasan yang berdaya saing dan sejahtera.
“Kalau masyarakat kita sudah sejahtera, saya yakin mereka akan bangga menjadi warga Negara Indonesia. Itulah tujuan utama kita semua,” pungkasnya. (Hyt/REDAKSI)




