WARTA, NUNUKAN – Program Pelayanan Kesehatan Terbang Terapung atau Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK) kembali menyambangi wilayah-wilayah terpencil di Kecamatan Lumbis Hulu, Kabupaten Nunukan. Misi pelayanan yang berlangsung pada 25–26 November 2025 ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan hingga ke daerah perbatasan yang sulit dijangkau.
Hari Pertama: Disambut Warga, 160 Pasien Dilayani
Setibanya di Desa Tau Lumbis, tim DTPK disambut hangat oleh Kepala Desa dan masyarakat setempat. Tanpa menunggu lama, tim segera membuka layanan kesehatan. Antusiasme masyarakat terlihat dari 160 warga yang mengikuti pemeriksaan dan pengobatan.
Pelayanan ini didukung tenaga dokter spesialis dari RSP Sebuku, terdiri dari:
-
Spesialis Penyakit Dalam
-
Spesialis Anak
-
Spesialis Bedah
Tenaga kesehatan dari Puskesmas Binter juga turut membantu, bersama dukungan pengamanan dari personel TNI ADyang bertugas di wilayah perbatasan, sehingga kegiatan berjalan tertib dan lancar.
Hari Kedua: Menyasar Desa Panas dan Labang
Pada hari kedua, tim bergerak ke Desa Panas, melayani 50 pasien yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan dasar maupun penanganan lanjutan. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Desa Labang, di mana 65 warga kembali memperoleh layanan kesehatan komprehensif.
Total 275 warga mendapatkan manfaat dari layanan kesehatan yang mencakup pemeriksaan umum hingga konsultasi dokter spesialis. Program DTPK menjadi jembatan penting bagi masyarakat di desa-desa terpencil yang selama ini sulit mengakses fasilitas kesehatan.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB bersama tenaga kesehatan daerah untuk memastikan tidak ada warga perbatasan yang tertinggal dalam memperoleh hak atas layanan kesehatan yang layak. (*)




