WARTA, NUNUKAN – Kasus dugaan keracunan massal akibat konsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sebatik Tengah masih dalam proses investigasi. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Nunukan, Hj. Miskia, menegaskan bahwa sampel makanan telah dikirim ke BPOM Tarakan, sementara sampel muntahan dan feses pasien harus diteliti lebih lanjut di laboratorium Surabaya.
“Kami belum punya laboratorium sendiri, sehingga semua harus dikirim untuk diperiksa. Jadi hasilnya masih menunggu,” jelas Miskia, Rabu (1/10).
Selain menunggu hasil uji laboratorium, Dinkes juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah dapur penyedia MBG di Sebatik, termasuk di Sebatik Tengah, Sebatik Induk, dan Aji Kuning. Pemeriksaan mencakup kebersihan dapur, higienitas, keamanan makanan, hingga kualitas bahan baku.
“Semua aspek kami cek, mulai dari cara pengolahan, higienis dapur, hingga kelayakan bahan makanan. Sesuai aturan, penyedia MBG wajib memiliki Sertifikat Laik Higienis Sehat (SLHS),” tegas Miskia.
Untuk sementara, operasional Satuan Pendidikan Pemberi Gizi (SPPG) di Sebatik dihentikan sambil menunggu kepastian hasil laboratorium. “Kita hentikan dulu sampai ada hasil resmi. Sambil menunggu, kami tetap melakukan pengawasan di lapangan,” tambahnya.
Sementara itu, di RSUD Pratama Sebatik, tercatat 35 anak sempat dilarikan ke rumah sakit akibat gejala keracunan. Kepala Seksi Pelayanan Medis RSP Sebatik, Jamal, menyebutkan bahwa 10 anak harus dirawat inap, termasuk seorang bayi berusia enam bulan.
“Sebanyak 25 anak lainnya kondisinya sudah membaik sehingga diperbolehkan pulang. Gejala utama pasien adalah mual, muntah, dan diare berulang. Dari observasi, memang mengarah pada keracunan makanan, bukan infeksi lain,” ungkap Jamal.
Menurutnya, temuan ini menjadi peringatan penting agar pengawasan program MBG diperketat. “Menu sebaiknya disusun oleh ahli gizi, bahan baku harus benar-benar diperhatikan, dan dapur wajib higienis agar kejadian seperti ini tidak terulang,” tandasnya.
Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, yang meninjau langsung korban di Sebatik, juga menegaskan agar dapur penyedia MBG segera dihentikan sementara. “Kita tunggu hasil pemeriksaan, baru akan kita evaluasi menyeluruh. Yang jelas, program ini harus sesuai standar dan aman bagi anak-anak,” ujarnya.




