WARTA, NUNUKAN — Kabupaten Nunukan kembali menorehkan sejarah di tingkat nasional!
Gelaran Lomba Mancing Bupati Cup 2025 resmi tercatat dalam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai Lomba Mancing dengan Partisipan Grup Terbanyak di Indonesia.
Piagam rekor diserahkan langsung oleh perwakilan MURI, Bryan R. Ramadhan, kepada Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, di lokasi kegiatan, Sabtu (18/10/2025).
“Kami dari Museum Rekor Dunia Indonesia hari ini mencatat satu rekor baru, yaitu Lomba Memancing dengan Partisipan Grup Terbanyak,” ujar Bryan usai menyerahkan piagam penghargaan.
Pecahkan Rekor Nasional: 180 Grup Pemancing!
Bryan menjelaskan, sebelumnya rekor serupa tercatat dengan 135 grup peserta. Namun kali ini, Nunukan berhasil melampauinya dengan 180 grup pemancing, yang masing-masing beranggotakan beberapa orang.
“Sebelumnya, rekor kami catat dengan 135 grup. Tapi hari ini, Bupati Nunukan bersama masyarakat berhasil mencatatkan 180 grup. Ini pencapaian luar biasa,” ungkap Bryan penuh antusias.
Kompak dan Meriah di Perairan Perbatasan
Lomba Mancing Bupati Cup 2025 digelar meriah di perairan Nunukan dan diikuti berbagai kalangan—mulai dari nelayan, komunitas mancing, warga pesisir, hingga pegawai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Bryan menyebut, kegiatan ini bukan hanya besar dari sisi jumlah peserta, tapi juga menggambarkan kekompakan dan semangat gotong royong masyarakat perbatasan.
“Kami sangat mengapresiasi semangat kebersamaan warga Nunukan. Selain menjadi hiburan dan wadah hobi, lomba ini juga mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Semoga bisa menginspirasi daerah lain,” tuturnya.
Nunukan Jadi Inspirasi Nasional
Penyerahan rekor MURI ini menandai momen bersejarah bagi Kabupaten Nunukan. Tak hanya berhasil mencetak rekor nasional, tetapi juga mempertegas peran daerah perbatasan sebagai pusat kegiatan masyarakat yang kreatif, produktif, dan penuh semangat kebersamaan.
Bryan menutup pernyataannya dengan harapan agar kolaborasi seperti ini terus tumbuh.“Kegiatan yang melibatkan masyarakat luas seperti ini dapat memperkuat rasa persatuan, terutama di daerah perbatasan seperti Nunukan,” pungkasnya.




