WARTA, TANJUNG SELOR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara menggelar sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMK Muhammadiyah Plus Tanjung Selor, Jumat (10/10/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran BPBD Kaltara, yang dipimpin oleh Kepala Pelaksana BPBD Kaltara, Andi Amriampa, melalui Plt. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Rony Haryanto, serta Koordinator Tim Satgas BPBD Kaltara, Asnawi Adan, bersama tim.
Rony menjelaskan, program SPAB merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltara Nomor 36 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Program Satuan Pendidikan Aman Bencana. Tujuannya, untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya di lingkungan sekolah.
“Sosialisasi ini penting agar para siswa memahami langkah-langkah dasar menghadapi situasi darurat, seperti gempa atau bencana alam lainnya. Dengan begitu, mereka bisa melakukan evakuasi mandiri secara cepat dan tepat,” jelas Rony.
Ia mencontohkan, saat terjadi gempa, siswa harus mampu mencari tempat berlindung yang aman, misalnya bersembunyi di bawah meja atau menuju titik kumpul terdekat. “Yang utama adalah menumbuhkan naluri untuk menyelamatkan diri ke tempat aman,” tambahnya.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan simulasi tanggap darurat. Begitu sirene tanda bahaya dibunyikan, seluruh guru dan siswa langsung bergerak sesuai arahan. Mereka berlatih prosedur evakuasi dengan tertib dan penuh antusias.
Melalui kegiatan SPAB ini, BPBD Kaltara berharap kesadaran tentang mitigasi bencana dapat tumbuh sejak dini di kalangan pelajar. “Pembekalan seperti ini sangat penting agar generasi muda memiliki kesiapan mental dan teknis ketika menghadapi bencana,” pungkas Rony.




