WARTA, TANJUNG SELOR – Momentum bersejarah tercipta dalam agenda evaluasi kinerja akhir tahun Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara. Untuk pertama kalinya, Komisi Informasi (KI) Provinsi Kaltara hadir secara resmi, menandai babak baru transparansi dan keterbukaan informasi di tubuh kepolisian Bumi Benuanta.

Apresiasi tinggi pun mengalir dari Ketua KI Kaltara, Fajar Mentari, yang menilai Polda Kaltara di bawah kepemimpinan Kapolda saat ini jauh lebih terbuka dan progresif dalam menjalin komunikasi dengan publik.
Terobosan Transparansi: Sinyal Positif Perubahan
Kehadiran jajaran Komisi Informasi dalam rilis akhir tahun 2025 tersebut dipandang sebagai langkah besar dalam perubahan kultur birokrasi. Fajar menyebut undangan ini sebagai bukti nyata bahwa Polda Kaltara serius mengimplementasikan amanah UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.
“Ini adalah pertama kalinya kami diundang secara langsung dalam penyampaian kinerja tahunan. Pak Kapolda sangat welcome dan terbuka. Langkah ini patut kita apresiasi setinggi-tingginya sebagai wujud disiplin asas transparansi,” ujar Fajar di Tanjung Selor, Rabu (31/12).
Lebih dari Sekadar Seremonial
Keterlibatan KI Kaltara dalam acara tersebut terasa istimewa. Tidak hanya hadir sebagai tamu, Ketua dan Anggota KI juga didaulat ikut memberikan penghargaan dan plakat dalam prosesi acara. Hal ini menjadi simbol pengakuan atas peran strategis KI sebagai pengawal hak informasi masyarakat.
Fajar menekankan bahwa sinergi ini adalah kunci utama dalam membangun kembali dan memperkuat kepercayaan publik (public trust) terhadap institusi kepolisian.
Komitmen Berkelanjutan: Melayani dengan Terbuka
Lebih jauh, Fajar menegaskan bahwa semangat keterbukaan ini diharapkan menjadi fondasi tetap bagi Polda Kaltara. Komitmen yang ditunjukkan hari ini tidak boleh berhenti pada agenda seremonial seperti rilis akhir tahun saja.
“Kami berharap komitmen keterbukaan informasi ini menjadi praktik berkelanjutan dalam setiap aspek pelayanan publik dan penegakan hukum di Kaltara. Keterbukaan harus menjadi napas dalam melayani masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, jika transparansi ini sudah mendarah daging di seluruh jajaran kepolisian, maka keadilan dan akuntabilitas akan lebih mudah dirasakan oleh masyarakat luas. Polda Kaltara telah menunjukkan langkah awal yang sangat baik untuk menjadi institusi yang semakin modern, humanis, dan terpercaya. (**)




