WARTA, NUNUKAN — Sorotan lampu panggung, tepuk tangan meriah, dan derap langkah penuh percaya diri mewarnai GOR Nunukan, Jumat (17/10/2025) malam.
Suasana semarak itu hadir dalam Fashion Show Busana Adat Tradisional Nusantara, salah satu rangkaian acara memeriahkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Nunukan ke-26.
Sebanyak 14 pasang peserta tampil anggun di atas catwalk, mempersembahkan keindahan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia. Setiap peserta menampilkan pesona budaya melalui pakaian, aksesoris, dan gerak langkah yang menggambarkan karakter khas daerah masing-masing.
Warna, Corak, dan Pesona dari Sabang sampai Merauke
Keindahan warna, detail bordiran, hingga corak khas daerah menjadi magnet tersendiri bagi penonton. Sejak peserta pertama melangkah dengan busana adat Suku Tidung, gemuruh tepuk tangan menggema di seluruh ruangan.
Penampilan demi penampilan terus berlanjut, menghadirkan keberagaman dari berbagai daerah—mulai dari Lampung, Jawa Timur, Sunda dengan warna burgundy, Palembang, hingga Gorontalo dan Toraja.
Tak ketinggalan, busana adat khas Dayak Lundayeh dan Dayak Tanjung Selor turut mencuri perhatian dengan sentuhan etnik Kalimantan yang memikat.
Beberapa peserta juga tampil memesona dalam busana adat Minangkabau dan Bulukumba (Sulawesi), memperlihatkan ragam budaya dari barat hingga timur Indonesia. Semua tampil percaya diri dan menawan, menebar semangat kebanggaan terhadap kekayaan budaya bangsa.
Bupati Irwan: Bangga dengan Kekayaan Budaya Daerah
Acara turut dihadiri oleh Bupati Nunukan H. Irwan Sabri bersama istri, Ny. Andi Annisa Muthia Irwan, didampingi Plt. Sekretaris Daerah, para asisten, serta pejabat di lingkungan Pemkab Nunukan.
Dalam sambutannya, Bupati Irwan mengapresiasi kreativitas dan semangat para peserta.“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya merayakan ulang tahun daerah, tapi juga menunjukkan betapa kayanya budaya Indonesia. Nunukan menjadi panggung kecil yang merepresentasikan semangat persatuan dalam keberagaman,” ujarnya.
Dimeriahkan Musik dan Tarian Tradisional
Acara yang dipandu dengan energik oleh MC Aza Zumara ini dibuka dengan tarian tradisional Dayak Tanggalan, menambah kemegahan suasana malam itu.
Sambil menunggu hasil penilaian dari tiga dewan juri—Dewi Puspita, Yuli Umboro, dan Minda Maharani—penonton dihibur oleh penyanyi lokal H. Shofi, yang sukses menggoyang panggung dengan dua lagu dangdut populer. Suasana GOR pun kian hidup, penuh tawa dan keceriaan.
Panggung Kebanggaan dan Persatuan
Lebih dari sekadar lomba fashion show, kegiatan ini menjadi momen kebanggaan bagi masyarakat Nunukan. Melalui peragaan busana adat, masyarakat diajak mengenang sekaligus merayakan keberagaman yang menjadi identitas bangsa.
Dengan cahaya gemerlap dan semangat yang membara, malam itu Nunukan benar-benar berkilau dalam pesona budaya Nusantara.




