WARTA, NUNUKAN – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Nunukan dipastikan dalam kondisi aman. Pemerintah daerah bahkan bergerak proaktif dengan mengusulkan penambahan kuota guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
Kepala Bagian Ekonomi Setda Nunukan, Rohadiansyah, menyampaikan bahwa hingga saat ini pasokan BBM masih terjaga dengan baik di sejumlah SPBU. Distribusi juga terpantau lancar, termasuk pada periode menjelang hingga setelah Hari Raya Idulfitri.
“Secara umum stok BBM di Nunukan masih aman dan mencukupi. Antrean di SPBU juga relatif tidak ada,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Ia menjelaskan, pasokan BBM ke Nunukan selama ini masih bergantung dari Tarakan. Hal itu disebabkan belum adanya fasilitas depo penyimpanan BBM di wilayah Nunukan, berbeda dengan Tarakan yang telah memiliki infrastruktur pendukung.
Kondisi tersebut membuat distribusi BBM sangat bergantung pada kelancaran transportasi pengangkutan. Meski begitu, sejauh ini tidak ada kendala signifikan yang mengganggu suplai ke masyarakat.
Terkait isu kenaikan harga BBM, Rohadiansyah menegaskan belum ada kebijakan resmi dari pemerintah pusat, baik untuk BBM subsidi maupun non-subsidi.
“Belum ada kenaikan harga. Informasi ini juga sudah disampaikan oleh Kementerian Keuangan,” tegasnya.
Berdasarkan alokasi tahun 2026, kuota BBM subsidi untuk Kabupaten Nunukan meliputi LPG sebanyak 6.581 metrik ton, solar 12.781 kiloliter, pertalite 22.599 kiloliter, serta minyak tanah 708 kiloliter.
Untuk menjaga stabilitas ke depan, Pemerintah Kabupaten Nunukan telah mengajukan penambahan kuota kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), dengan tembusan ke PT Pertamina (Persero).
“Usulan sudah kami sampaikan, saat ini masih menunggu respons. Melihat kebutuhan masyarakat, tambahan kuota memang diperlukan,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah juga terus memperkuat koordinasi dengan Pertamina serta melakukan pengawasan rutin di SPBU guna mencegah potensi kelangkaan.
Dengan upaya tersebut, Pemkab Nunukan optimistis distribusi BBM akan tetap stabil dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.




