WARTA, JAKARTA – Potensi sumber daya alam Kalimantan Utara kembali menarik perhatian investor global. Kali ini, rombongan investor asal Qatar menyatakan minat serius untuk menanamkan modal di Bumi Benuanta, membuka peluang strategis bagi percepatan pembangunan daerah.
Investor yang membawa bendera Nick Oil tersebut dipimpin Ali Haji dan diterima langsung Gubernur Kaltara, Zainal A. Paliwang, bersama jajaran di Kantor Badan Penghubung Kaltara di Jakarta, Selasa (21/4).
Pertemuan ini turut dihadiri Ketua DPRD Kaltara, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Bustan, Kepala Bapperida Bertius, serta Sekretaris DPMPTSP Rahman Putrayani.
Dalam pertemuan tersebut, investor menyampaikan ketertarikan untuk menggarap sektor minyak dan gas (migas) di Kaltara. Mereka juga membuka peluang pengembangan industri manufaktur, didukung jaringan global yang tersebar di sejumlah negara seperti Rusia, Inggris, Kanada, hingga kawasan Timur Tengah.
Gubernur Zainal menyambut baik ketertarikan tersebut, terutama pada sektor energi yang dinilai memiliki potensi besar di wilayah perbatasan Indonesia itu.
“Kami memiliki cadangan migas yang signifikan di Blok Ambalat. Pemerintah daerah tentu menyambut baik niat investasi ini,” ujarnya.
Tak hanya migas, peluang kerja sama juga terbuka pada pengembangan infrastruktur strategis seperti pembangunan rumah sakit, fasilitas penyimpanan bahan bakar (storage BBM), hingga bandara internasional di Kabupaten Bulungan. Selain itu, sektor hilirisasi hasil laut seperti rumput laut, udang, dan kepiting juga menjadi daya tarik tersendiri.
Pihak Nick Oil pun memberikan sinyal positif terhadap berbagai peluang tersebut. Dengan dukungan jaringan global dan teknologi, mereka menyatakan kesiapan untuk berinvestasi dalam skala besar.
“Kami memiliki 33 jaringan dalam struktur perusahaan serta supply chain yang luas. Pada prinsipnya, nilai investasi bukan menjadi kendala, sepanjang studi kelayakan dan jaminan investasi dari pemerintah daerah terpenuhi,” jelas Ali Haji.
Gubernur Zainal berharap, masuknya investasi asing ini dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kaltara.
Pertemuan ditutup dengan penyerahan cendera mata khas Kaltara berupa singal kepada perwakilan investor sebagai simbol kerja sama dan persahabatan.




