WARTA, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) melalui DPUPR-Perkim Kalimantan Utara terus mendorong penguatan sektor jasa konstruksi agar lebih mandiri dan kompetitif. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal melalui program pelatihan dan uji kompetensi sepanjang 2026.
Kepala Bidang Bina Jasa Konstruksi, Korsiana, menegaskan bahwa kebutuhan tenaga ahli bersertifikasi di Kaltara terus meningkat seiring pesatnya pembangunan infrastruktur dalam beberapa tahun terakhir. Namun, ketersediaan tenaga profesional lokal dinilai masih terbatas.
Akibatnya, sejumlah proyek pembangunan masih bergantung pada tenaga kerja dari luar daerah, bahkan dari luar negeri. Kondisi ini dinilai perlu segera diatasi agar peluang kerja dan manfaat ekonomi dapat lebih banyak dinikmati masyarakat lokal.
“Pemenuhan tenaga ahli dari SDM lokal menjadi langkah penting agar kita tidak terus bergantung pada tenaga dari luar,” ujarnya.
Fokus Cetak Tenaga Ahli Bersertifikasi
Melalui program pelatihan yang dirancang secara berkelanjutan, DPUPR-Perkim menargetkan lahirnya tenaga konstruksi yang memiliki kompetensi sesuai standar nasional. Pelatihan ini mencakup berbagai tahapan pekerjaan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan proyek.
Langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi tenaga kerja lokal di tengah isu masuknya tenaga kerja asing (TKA) di sektor industri. Pemerintah ingin memastikan masyarakat Kaltara tidak hanya menjadi penonton, tetapi pelaku utama dalam pembangunan daerah.
Perbaiki Ekosistem Ketenagakerjaan
Selain meningkatkan kualitas tenaga kerja, program ini juga diarahkan untuk membangun ekosistem industri konstruksi yang lebih sehat. Perusahaan jasa konstruksi diharapkan semakin terbiasa merekrut tenaga kerja bersertifikasi, sehingga lulusan pelatihan dapat terserap secara optimal.
Penguatan standar kompetensi juga diyakini akan berdampak pada kualitas pembangunan yang lebih aman, efisien, serta sesuai regulasi.
Butuh Kolaborasi Semua Pihak
Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, asosiasi jasa konstruksi, hingga dunia usaha dan masyarakat.
Korsiana menekankan bahwa pembangunan tidak hanya bergantung pada anggaran dan material, tetapi sangat ditentukan oleh kualitas SDM pelaksananya.
“Ketika tenaga ahli lokal kuat, pembangunan akan berjalan lebih kokoh, efisien, dan memberi dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.
Melalui program ini, DPUPR-Perkim menargetkan tidak hanya mencetak tenaga ahli bersertifikasi, tetapi juga melahirkan generasi profesional konstruksi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional. Ke depan, Kaltara diharapkan tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga sebagai pemasok tenaga konstruksi berkualitas.




