WARTA, NUNUKAN — Aspirasi warga untuk memperbaiki Masjid Al Jafar di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, mendapat respons positif dari Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrul Syam, SH.
Dalam kegiatan reses masa sidang III yang digelar Minggu (2/11/2025), Fajrul menyatakan siap memperjuangkan aspirasi masyarakat agar perbaikan dan perluasan masjid dapat terealisasi melalui program pembangunan daerah tahun anggaran mendatang.
“Kami akan perjuangkan agar perbaikan Masjid Al Jafar bisa masuk dalam program prioritas pemerintah,” ujar Fajrul disambut tepuk tangan warga yang hadir.
Usulan itu disampaikan langsung oleh pengurus masjid, Baharuddin, yang mengungkapkan kondisi Masjid Al Jafar sudah memprihatinkan, terutama pada bagian atap dan pagar yang rusak. Ia berharap bantuan tersebut bisa segera terealisasi agar jamaah dapat beribadah dengan lebih nyaman.
“Kami sudah beberapa kali mengusulkan bantuan, tapi belum pernah terealisasi. Semoga kali ini benar-benar terwujud,” ujarnya penuh harap.
Fajrul menegaskan, aspirasi masyarakat yang berkaitan dengan rumah ibadah menjadi perhatian penting DPRD karena menyangkut kebutuhan sosial dan keagamaan masyarakat luas.
Selain soal masjid, kegiatan reses di Kampung Somel RT 06 dan RT 07 Kelurahan Tanjung Harapan serta RT 09 Desa Binusan juga diwarnai berbagai aspirasi lain, mulai dari perbaikan jalan pemukiman, drainase, penerangan jalan, pengelolaan sampah, hingga pembangunan gedung PAUD dan MCK.
Salah satu warga, Irfan dari RT 07 Somel, meminta agar pemerintah segera merampungkan pembangunan jalan dan memperhatikan infrastruktur dasar lainnya.
“Kami berharap jalan ini segera dirampungkan agar aktivitas warga lancar. Mohon menjadi perhatian dewan dan pemerintah,” katanya.
Menanggapi hal itu, Fajrul berjanji akan meninjau langsung lokasi yang diusulkan untuk menentukan skala prioritas pembangunan.
“Kami akan lihat langsung kondisi di lapangan agar yang paling mendesak bisa segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Warga juga menyampaikan aspirasi terkait ketersediaan air bersih dan sarana transportasi sekolah. Ibu Soleha dari RT 09 Desa Binusan mengeluhkan sulitnya air bersih dan berharap jaringan PDAM bisa dibangun, sementara Ibu Diawati meminta bantuan bus sekolah karena biaya sewa kendaraan dinilai memberatkan keluarga.
Menutup kegiatan, Fajrul meninjau lokasi penjemuran rumput laut dan jembatan jerambah yang menjadi akses utama warga Kampung Somel dan Teritip. Ia berkomitmen memperjuangkan perbaikan jembatan yang sudah lapuk agar aktivitas warga lebih aman.
“Reses ini bukan sekadar formalitas, tapi bentuk kepedulian kami mendengar dan memperjuangkan aspirasi masyarakat,” pungkasnya.




