WARTA, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan menekankan pentingnya kesiapan mental dan fisik bagi calon jemaah haji (CJH) tahun 2026. Selain memahami rangkaian ibadah, sikap sabar disebut menjadi kunci utama dalam menjalani seluruh proses di Tanah Suci.
Hal ini disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Nunukan, Muhammad Amin, saat kegiatan manasik haji yang digelar di Kantor Bupati Nunukan, Senin (27/4).
Menurutnya, para jemaah akan menghadapi situasi yang jauh berbeda, terutama karena harus berinteraksi dengan jutaan umat Muslim dari berbagai negara saat menunaikan ibadah di Arab Saudi.
“Kondisi di sana sangat padat. Hal-hal sederhana seperti antre lift di hotel pun bisa menjadi ujian kesabaran bagi jemaah,” ujarnya.
Ia menegaskan, sikap saling menghormati dan pengendalian diri menjadi hal penting agar ibadah dapat berjalan dengan lancar dan khusyuk.
Selain itu, aspek kesehatan juga menjadi perhatian utama. Ibadah haji, lanjutnya, menuntut kondisi fisik yang prima karena rangkaian kegiatannya cukup padat dan menguras tenaga.
“Calon jemaah harus benar-benar menjaga kesehatan, mulai dari istirahat cukup hingga memperhatikan pola makan selama di Tanah Suci,” tambahnya.
Pemkab Nunukan juga memastikan dukungan penuh terhadap kelancaran keberangkatan jemaah. Seluruh biaya perjalanan menuju embarkasi di Balikpapan, termasuk transportasi, akomodasi, dan konsumsi, akan ditanggung oleh pemerintah daerah.
Tercatat, sebanyak 222 calon jemaah haji asal Nunukan akan diberangkatkan dalam dua gelombang. Jemaah dari Nunukan dijadwalkan berangkat pada 4 Mei, disusul jemaah dari Sebatik pada 5 Mei 2026.
Melalui pembekalan ini, Pemkab berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, aman, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur.




