Peresmian galeri yang dikelola Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kalimantan Utara ini dihadiri Staf Ahli Gubernur Bidang Aparatur, Pelayanan Publik dan Kemasyarakatan, Dr. Ir. H. Syahrullah Mursalin, M.P., mewakili Gubernur Kalimantan Utara.
Dalam sambutannya, Syahrullah menegaskan bahwa kehadiran Dedur Corner bukan sekadar tempat berjualan, tetapi menjadi ruang pemberdayaan bagi perempuan agar lebih mandiri secara ekonomi.
“Galeri ini harus menjadi wadah produktif yang mendorong perempuan untuk berkembang, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui sektor UMKM,” tegasnya.
Dedur Corner sendiri diproyeksikan menjadi pusat pemasaran berbagai produk lokal, mulai dari kuliner khas hingga kerajinan tangan yang mencerminkan identitas daerah. Kehadirannya diharapkan mampu memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di Bulungan.
Syahrullah juga memberikan apresiasi kepada DPD FPPI Kaltara dan seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan galeri tersebut. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa peresmian ini baru langkah awal.
Ia mendorong agar instansi terkait terus memberikan pendampingan berkelanjutan, termasuk pelatihan manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, hingga strategi pemasaran agar UMKM lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Keberhasilan galeri ini sangat bergantung pada sinergi semua pihak, baik pemerintah, organisasi maupun pelaku usaha itu sendiri,” tambahnya.
Dengan hadirnya Dedur Corner, pemerintah berharap galeri ini dapat menjadi ikon baru pusat UMKM unggulan di Kabupaten Bulungan, sekaligus menjadi motor penggerak peningkatan ekonomi masyarakat.
Acara peresmian ditutup dengan peninjauan langsung berbagai produk UMKM yang dipamerkan, mulai dari olahan kuliner hingga kerajinan khas daerah yang menjadi kebanggaan masyarakat lokal.
“Jadikan galeri ini sebagai rumah besar ekonomi rakyat—tempat tumbuhnya harapan, kolaborasi, dan masa depan Kalimantan Utara yang lebih maju, makmur, dan berkelanjutan,” pungkas Syahrullah.




