spot_img
More
    spot_img

    BPBD Kaltara Kawal Distribusi Bantuan untuk Korban Longsor Krayan Selatan

    WARTA, NUNUKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Utara melakukan pendampingan dan monitoring penyaluran bantuan logistik bagi masyarakat terdampak tanah longsor di Desa Long Layu, Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan.

    Pendampingan dipimpin langsung Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Provinsi Kalimantan Utara, Rony Haryanto, sebagai bentuk dukungan terhadap distribusi bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Kabupaten Nunukan ke wilayah yang masih sulit dijangkau.

    Total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 4,4 ton dari bantuan BNPB dan Pemerintah Kabupaten Nunukan. Logistik tersebut telah diberangkatkan dari Jakarta menuju Tarakan, kemudian diteruskan ke Nunukan sebelum dikirim melalui Sungai Ular menuju Malinau. Dari Malinau, bantuan selanjutnya diterbangkan ke Desa Long Layu sesuai ketersediaan armada udara.

    Rony Haryanto mengatakan, peran BPBD Provinsi Kaltara dalam proses ini adalah melakukan pendampingan dan memastikan seluruh tahapan distribusi berjalan sesuai rencana hingga bantuan diterima masyarakat.

    “Kami melakukan pendampingan dan monitoring proses distribusi bantuan. Saat ini kami juga terus berkoordinasi mencari solusi agar pengiriman logistik ke wilayah terdampak dapat berlangsung lebih cepat,” ujarnya.

    Bantuan yang dikirim meliputi beras, mi instan, sarden, kornet, susu, biskuit, serta gula, kopi, dan teh. Selain itu, terdapat 400 paket sembako dan 100 paket family kit yang dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.

    Meski bantuan telah tersedia, proses distribusi masih menghadapi tantangan besar akibat keterbatasan transportasi udara menuju Krayan Selatan. Hingga kini, pengiriman dilakukan secara bertahap karena kapasitas angkut pesawat yang melayani rute tersebut sangat terbatas.

    Kepala Sub Bidang Penyelamatan dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Nunukan, Hasanuddin, menjelaskan bahwa hambatan utama bukan lagi pada ketersediaan logistik, melainkan akses pengiriman ke daerah terdampak.

    Baca Juga:  Dishub Kaltara Apresiasi Penggunaan QRIS di Pelabuhan Kayan II

    “Jadwal penerbangan ke Krayan Selatan sangat terbatas dengan kapasitas angkut yang kecil. Karena itu bantuan belum bisa dikirim sekaligus dan harus dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

    Secara keseluruhan, distribusi logistik direncanakan dilakukan dalam tujuh kali perjalanan (trip), termasuk penerbangan menuju Long Layu. Sinergi antara BNPB, BPBD Provinsi Kalimantan Utara, BPBD Kabupaten Nunukan, serta pemerintah daerah terus diperkuat agar seluruh bantuan dapat segera diterima masyarakat yang terdampak bencana tanah longsor.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU