spot_img
More
    spot_img

    BAZNAS Kaltara Dorong Mustahik dan UMKM Naik Kelas Lewat Pelatihan Digital Marketing

    WARTA, TANJUNG SELOR – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mendorong pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dari kalangan mustahik untuk naik kelas melalui penguatan kemampuan konten dan pemasaran digital.

    Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Konten dan Digital Marketing yang digelar di Aula KUB Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulungan, Rabu (12/8/2026). Kegiatan berlangsung selama dua hari hingga Kamis (13/8/2026).

    Ketua BAZNAS Kaltara, H. Ubid Hadruni, S.H., mengatakan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas mustahik, khususnya mereka yang menjalankan usaha, agar mampu memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran produk.

    Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mereka dipilih dari sekitar 400 nasabah program pemberdayaan yang selama ini mendapat pendampingan.

    “Peserta ini merupakan orang-orang terbaik. Ke depan kami upayakan jumlahnya bertambah lagi,” ujar Ubid.

    Menurutnya, pelatihan selama dua hari tersebut bukan menjadi akhir program. Para peserta akan mendapatkan pembinaan dan pendampingan lanjutan selama tiga bulan agar keterampilan yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan dalam pengembangan usaha.

    “Kegiatan dua hari ini baru permulaan. Selanjutnya selama tiga bulan ke depan akan kami bina secara serius,” katanya.

    BAZNAS Kaltara menargetkan program tersebut tidak sekadar meningkatkan kemampuan peserta membuat konten atau memasarkan produk secara daring. Lebih jauh, program ini diarahkan untuk membangun kemandirian ekonomi mustahik.

    “Targetnya memberdayakan mustahik dan UMKM agar naik kelas dan mandiri secara finansial. Dari penerima bantuan, kita harapkan nantinya bisa menjadi pemberi zakat,” jelasnya.

    Pelatihan menghadirkan narasumber dari BAZNAS RI dan Digimonusa. Salah satu praktisi yang turut didatangkan adalah Coach Edo, CEO Batavia Uniform, untuk memberikan pengalaman langsung mengenai pengembangan bisnis dan strategi pemasaran digital.

    Baca Juga:  Muhammad Nasir: Pansus II DPRD Kaltara Kebut Penyempurnaan Raperda Penanaman Modal, Paripurna Ditargetkan Pekan Depan

    Perwakilan BAZNAS RI, Agung Sugeng Pramono, mengatakan perkembangan dunia digital membuka peluang besar bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar.

    Ia menyebut digital marketing yang pada awalnya mungkin hanya dianggap sebagai aktivitas tambahan, kini dapat berkembang menjadi sumber penghasilan dan peluang usaha baru.

    “Di beberapa daerah, kami sudah mencetak konten kreator dan afiliator yang mampu menghasilkan pendapatan. Ini menunjukkan bahwa ruang digital memiliki potensi yang sangat besar,” katanya.

    Agung menambahkan, pelatihan tersebut juga menjadi wadah bagi para peserta untuk membangun komunitas dan saling mendukung dalam mengembangkan bisnis.

    Sementara itu, Gubernur Kaltara yang diwakili Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setprov Kaltara, Muh. Rosyid, S.IP., M.M., mengapresiasi langkah BAZNAS Kaltara yang menggagas pelatihan tersebut.

    Menurutnya, peningkatan kapasitas UMKM tidak cukup hanya melalui pelatihan. Pengetahuan yang diperoleh harus benar-benar diterapkan untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar.

    “Kami mengapresiasi BAZNAS Kaltara yang telah menggagas dan menyelenggarakan pelatihan ini. Harapannya, bukan hanya menjadi peningkatan kapasitas, tetapi benar-benar menjadi peningkatan kemampuan yang diimplementasikan dalam pengembangan UMKM,” ujarnya.

    Ia menegaskan, UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian daerah. Selain menciptakan lapangan kerja, sektor ini juga menjadi salah satu penopang ekonomi keluarga dan masyarakat.

    Namun, persaingan UMKM saat ini semakin berkembang, terutama dengan semakin kuatnya perdagangan dan promosi melalui platform digital.

    Karena itu, pelaku UMKM dituntut tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga membangun merek dan memperluas jangkauan pemasaran.

    “Kita tidak ingin pelaku UMKM hanya menjadi produsen, tetapi belum mampu meningkatkan nilai ekonominya. Produk harus dikenal dengan baik dan dipasarkan dengan cara yang menarik,” tegasnya.

    Melalui pelatihan tersebut, BAZNAS Kaltara berharap lahir lebih banyak pelaku UMKM dari kalangan mustahik yang mampu memanfaatkan teknologi digital, memperluas pasar, meningkatkan pendapatan, hingga akhirnya berdiri secara mandiri.

    Baca Juga:  Listrik Putus, Air Tak Mengalir: KONI Nunukan Lumpuh Tanpa Anggaran Sejak Awal 2025

    Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya jangka panjang mengurangi kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi, dengan mengubah pola bantuan dari sekadar konsumtif menjadi produktif dan berkelanjutan.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU