WARTA, TANJUNG SELOR – Masih rendahnya jumlah perpustakaan sekolah yang terakreditasi menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara. Untuk mempercepat peningkatan kualitas layanan perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltara meluncurkan program Koper Lira (Konsultasi Online Perpustakaan dan Literasi).
Data tahun 2025 menunjukkan terdapat 110 perpustakaan sekolah di bawah pembinaan pemerintah provinsi, terdiri atas 62 perpustakaan SMA, 25 SMK, 17 MA, dan 6 SLB. Namun dari jumlah tersebut, baru 12 perpustakaan yang berhasil memperoleh akreditasi, yakni 10 perpustakaan SMA dan 2 perpustakaan SMK.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltara, Ilham Zein, mengatakan program Koper Lira dirancang untuk memperkuat pendampingan kepada perpustakaan yang ingin meningkatkan standar pengelolaannya.
Melalui layanan ini, pengelola perpustakaan akan mendapatkan bimbingan terkait pengurusan Nomor Pokok Perpustakaan (NPP), persiapan akreditasi, penyusunan dokumen pendukung, hingga pemenuhan indikator penilaian.
“Kami ingin lebih banyak perpustakaan di Kaltara mampu memenuhi standar nasional dan memperoleh akreditasi. Koper Lira menjadi salah satu instrumen percepatan yang kami siapkan,” katanya.
Selain konsultasi umum, program ini juga membuka layanan pendampingan pra-akreditasi bagi perpustakaan yang memenuhi persyaratan tertentu, seperti memiliki NPP dan nilai penilaian mandiri minimal 60.
Pemerintah provinsi berharap keberadaan Koper Lira dapat mendorong peningkatan mutu pengelolaan perpustakaan sekolah secara merata. Dengan semakin banyak perpustakaan yang terakreditasi, kualitas layanan informasi dan literasi bagi pelajar di Kaltara juga diharapkan meningkat.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen daerah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui penguatan budaya baca dan literasi di lingkungan pendidikan.




