spot_img
More
    spot_img

    Bantuan Bibit dari Provinsi Dukung Petani Nunukan Tingkatkan Produktivitas

    WARTA, NUNUKAN  — Upaya meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Nunukan terus digencarkan. Melalui program bantuan bibit dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Nunukan menyalurkan benih kepada kelompok tani yang dinilai siap menanam dan memiliki komitmen kuat terhadap peningkatan hasil produksi.

    Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Nunukan, Muhtar, S.H., M.Si., menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara selektif agar tepat sasaran dan tidak mubazir.

    “Kita tidak mau bibit hanya dibagikan tapi tidak ditanam. Karena itu, kami buat sistemnya — siapa yang siap menanam, baru kita beri bantuan. Kalau dibagi tanpa komitmen, sering tidak terpakai maksimal,” ujar Muhtar, Senin (28/10).

    Salah satu penerima bantuan terbaru adalah Kelompok Brigade Pangan Sebatik Barat, yang terdiri dari sekitar 15 petani aktif. Kelompok ini menerima bantuan sebanyak 2 ton 100 kilogram bibit, hasil kerja sama antara PT Nisbatikdan fasilitasi dari Pemerintah Provinsi Kaltara.

    “Bantuan ini khusus untuk kelompok yang aktif menanam dan bisa melakukan tanam lebih dari satu kali setahun,” jelasnya.

    Muhtar menjelaskan, saat ini sudah ada wilayah di Nunukan yang mampu menanam hingga tiga kali dalam satu tahun, berkat dukungan bibit unggul dan alat pertanian dari pemerintah.

    “Memang tidak semua petani bisa menanam tiga kali setahun, tapi Brigade Pangan menjadi contoh yang mampu melakukannya,” tambahnya.

    Dinas juga menargetkan pengiriman bantuan bibit tambahan ke wilayah Krayan. Namun, proses tersebut masih menghadapi kendala logistik, terutama terkait transportasi udara dan biaya pengiriman.

    “Kadang barang dan dananya sudah ada, tapi pesawatnya belum tersedia. Jadi tiga-tiganya harus ada dulu baru bisa kita kirim,” ujar Muhtar.

    Meski menghadapi tantangan di lapangan, Muhtar menegaskan bahwa program bantuan bibit akan terus dilanjutkan. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya transformasi pertanian di Nunukan menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.

    Baca Juga:  Tujuh Desa di Kaltara Masuk Tahap Awal Program Listrik 2026

    “Tujuan utamanya adalah memberdayakan petani agar beralih dari sistem tradisional ke pertanian modern. Kita ingin petani Nunukan semakin mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.(Hyt/REDAKSI)

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU