WARTA, TANA TIDUNG — Wajah literasi di Kabupaten Tana Tidung segera berubah. Pemerintah daerah tengah mengebut pembangunan gedung baru Perpustakaan Daerah yang digadang menjadi pusat literasi modern sekaligus ruang inklusi sosial bagi masyarakat.
Hingga pertengahan Oktober 2025, progres fisik proyek ini telah menembus 50 persen dan ditargetkan rampung pada akhir tahun.
Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tana Tidung, Yungkul, mengatakan pembangunan yang menelan anggaran sekitar Rp9,5 miliar ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Anggaran fisiknya digunakan untuk pembangunan gedung, sementara dana non-fisik dipakai untuk pengadaan buku serta perlengkapan penunjang operasional,” jelasnya, Rabu (15/10/2025).
Gedung dua lantai tersebut dirancang dengan konsep modern, nyaman, dan ramah disabilitas. Di dalamnya akan tersedia berbagai fasilitas, mulai dari ruang baca anak, ruang belajar dewasa, area bermain, hingga galeri buku.
“Desainnya dibuat agar masyarakat merasa betah dan menjadikan perpustakaan sebagai tempat rekreasi pengetahuan,” tambah Yungkul.
Selain bangunan utama, lahan seluas 120 x 80 meter yang menjadi lokasi pembangunan juga akan ditata secara fungsional.
“Bagian depan akan difungsikan sebagai area parkir, sementara bagian belakang akan dibangun depo arsip agar pengelolaan arsip daerah lebih terpusat dan efisien,” ujarnya.
Lebih dari sekadar tempat membaca, perpustakaan baru ini nantinya akan menjadi pusat kegiatan pemberdayaan masyarakat. Beragam pelatihan seperti beternak, pengolahan hasil pertanian, hingga kursus literasi anak akan digelar secara rutin.
“Perpustakaan sekarang tidak hanya menyimpan buku, tetapi juga menjadi ruang berbagi ilmu dan mengasah keterampilan produktif masyarakat,” ungkapnya.
Yungkul berharap kehadiran gedung baru ini menjadi simbol kemajuan literasi dan kreativitas masyarakat Tana Tidung.
“Kami ingin perpustakaan ini menjadi ruang tumbuhnya ide, kolaborasi, dan semangat belajar tanpa batas,” pungkasnya.(SF/ADV)




