WARTA, NUNUKAN – Kondisi bangunan SD 004 Nunukan Selatan di Sei Lancang, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan, kini memprihatinkan. Plafon ruang kelas VI A dan VI B sudah runtuh, sementara enam kelas lain ikut rusak parah akibat kebocoran. Bahkan, sekolah ini tidak memiliki ruang khusus bagi kepala sekolah.
Fakta tersebut terungkap saat Anggota DPRD Nunukan, Andi Fajrul, meninjau langsung lokasi pada Senin (8/9) pagi. Ia menemukan tumpukan plafon gipsum yang ambruk tepat di depan pintu kelas.
“Yang membuat miris, siswa tetap belajar di ruang kelas dengan plafon terbuka. Kalau sewaktu-waktu runtuh lagi, jelas berbahaya bagi mereka,” ujar Fajrul, dikutip Radar Tarakan.
Menurutnya, kerusakan sekolah di wilayah perbatasan harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Ia menekankan, persoalan ini bukan sekadar atap bocor, melainkan menyangkut hak anak untuk belajar dengan aman.
“Kita tidak boleh menunggu ada korban dulu baru bertindak. Negara wajib hadir menjamin keselamatan siswa di ruang kelas,” tegasnya.
Fajrul juga menyoroti lemahnya pengawasan internal Dinas Pendidikan Nunukan. Ia menilai laporan masyarakat terkait kerusakan mestinya cepat direspons, bukan dibiarkan hingga mengancam murid dan guru.
Warga sekitar pun resah. Mereka khawatir jika terjadi hal yang tidak diinginkan, siapa yang harus bertanggung jawab: kepala sekolah, dinas, atau pemerintah kabupaten.
Untuk itu, Fajrul berkomitmen mendorong Pemkab Nunukan segera menyiapkan anggaran darurat guna memperbaiki gedung. Ia juga mengajak masyarakat ikut mengawasi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Jangan biarkan SD 004 menjadi bom waktu. Anak-anak berhak belajar di kelas yang layak, bukan di bawah plafon yang bisa jatuh kapan saja,” pungkasnya.




