spot_img
More
    spot_img

    THR Pensiunan PNS 2026 Mulai Cair, Taspen Rinci Skema Pembayaran dan Estimasi Nominal per Golongan

    WARTA, JAKARTA – Kabar gembira bagi para pensiunan aparatur sipil negara (ASN). Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi resmi mulai dicairkan secara bertahap sejak 26 Februari 2026 atau pada pekan pertama Ramadan.

    Penyaluran dilakukan oleh PT TASPEN (Persero) kepada sekitar 3,8 juta pensiunan ASN dan pejabat negara di seluruh Indonesia. Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong konsumsi domestik menjelang Lebaran.

    Corporate Secretary TASPEN, Henra, menyampaikan bahwa pembayaran THR tahun ini diberikan secara penuh, mencakup pensiun pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, serta tambahan penghasilan lain sesuai regulasi yang berlaku.

    “Penyaluran THR ini diharapkan mampu meningkatkan daya beli para pensiunan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (4/3/2026).

    Komponen dan Skema Pembayaran

    Henra menjelaskan, komponen THR terdiri dari:

    • Pensiun pokok

    • Tunjangan suami/istri sebesar 10 persen dari pensiun pokok

    • Tunjangan anak sebesar 2 persen per anak

    • Tunjangan pangan setara 10 kilogram beras

    • Tambahan penghasilan lainnya sesuai ketentuan

    THR tidak dikenakan potongan iuran maupun potongan kredit pensiun. Pajak penghasilan tetap berlaku sesuai peraturan, namun ditanggung pemerintah.

    Besaran yang diterima setiap pensiunan berbeda, tergantung golongan dan masa kerja. Berdasarkan estimasi pensiun pokok terbaru, nominal yang diterima berkisar antara Rp1,7 juta hingga Rp4,9 juta.

    Rinciannya sebagai berikut:

    • Golongan I: sekitar Rp1,7 juta – Rp2,2 juta

    • Golongan II: sekitar Rp1,7 juta – Rp3,2 juta

    • Golongan III: sekitar Rp1,7 juta – Rp4 juta

    • Golongan IV: sekitar Rp1,7 juta – Rp4,9 juta

    TASPEN memastikan proses distribusi dilakukan dengan prinsip 5T, yakni Tepat Orang, Tepat Jumlah, Tepat Waktu, Tepat Tempat, dan Tepat Administrasi. Pensiunan diimbau rutin memantau rekening masing-masing.

    Baca Juga:  Ketua DPRD Kaltara Tekankan Sinergi untuk Percepatan Pembangunan Wilayah Terpencil dan Perbatasan

    Sementara itu, pensiunan TNI dan Polri menerima pembayaran melalui PT Asabri (Persero).

    Anggaran Nasional Rp55 Triliun

    Secara nasional, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp55 triliun untuk pembayaran THR 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menyasar sekitar 10,5 juta aparatur negara.

    Angka tersebut meliputi 2,4 juta ASN pusat/TNI/Polri, 4,3 juta ASN daerah, serta 3,8 juta pensiunan.

    Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa percepatan pencairan THR diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama periode mudik dan libur Lebaran, sekaligus menjadi instrumen pengungkit konsumsi rumah tangga.

    Senada dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut pencairan lebih awal bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari strategi mendorong pergerakan sektor ritel, UMKM, perbankan, transportasi, hingga pariwisata menjelang puncak arus mudik.

    Ia juga menegaskan bahwa kebijakan THR berbeda dengan gaji ke-13 yang biasanya diberikan pada pertengahan tahun. THR difokuskan untuk menopang lonjakan konsumsi menjelang Idul Fitri, yang secara historis menjadi periode belanja terbesar dalam kalender ekonomi nasional.

    Waspada Penipuan

    TASPEN turut mengingatkan para pensiunan agar berhati-hati terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan institusi tersebut. Informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal resmi perusahaan, termasuk situs web, media sosial terverifikasi, serta layanan call center.

    Dengan kucuran dana puluhan triliun rupiah pada kuartal pertama 2026, kebijakan THR tahun ini menjadi salah satu stimulus fiskal terbesar pemerintah di awal tahun, dengan harapan memberi efek berganda terhadap perputaran ekonomi nasional menjelang Hari Raya Idul Fitri.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU