WARTA, TANJUNG SELOR – Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX yang dirangkaikan dengan Hari Kartini di Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi momentum strategis memperkuat sinergi pembangunan sekaligus menegaskan peran perempuan dalam kemajuan daerah.
Upacara yang digelar di Lapangan Agatis, Senin (27/4), dipimpin langsung Wakil Gubernur Kaltara, Ingkong Ala.
Dalam amanat Menteri Dalam Negeri yang dibacakan, Ingkong menegaskan bahwa otonomi daerah merupakan instrumen kunci dalam mempercepat kesejahteraan masyarakat.
“Peringatan Hari Otonomi Daerah menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan peran kita dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa otonomi daerah tidak hanya soal kewenangan, tetapi juga tanggung jawab menghadirkan pemerataan pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta kesejahteraan di seluruh wilayah.
Mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”, Pemprov Kaltara didorong untuk terus memperkuat kemandirian daerah melalui pengelolaan potensi lokal yang optimal. Hal ini, menurut Ingkong, hanya bisa dicapai melalui sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
Ia juga menyoroti pentingnya sinkronisasi program pembangunan, mulai dari integrasi perencanaan, reformasi birokrasi berbasis hasil, hingga penguatan kemandirian fiskal daerah.
Tak hanya soal pembangunan, peringatan ini juga menjadi ruang refleksi atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan.
Ingkong menilai, semangat Kartini masih sangat relevan di tengah dinamika pembangunan saat ini. Perempuan, kata dia, kini memiliki ruang lebih luas untuk berkontribusi di berbagai sektor.
“Negara telah memberikan ruang kepada perempuan secara luas melalui kebijakan afirmasi dengan semangat anti-diskriminasi. Komitmen ini menempatkan perempuan sebagai bagian penting dalam pembangunan,” tegasnya.
Momentum ini, lanjutnya, harus menjadi pengingat bahwa kesetaraan dan keadilan merupakan fondasi penting dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Kaltara juga menerima bantuan satu unit ambulans dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan layanan kesehatan.
Bantuan ini dinilai strategis, terutama untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil dan jauh dari fasilitas medis.
Upacara ditutup dengan peninjauan langsung unit ambulans yang akan segera dioperasikan, menjadi simbol langkah konkret dalam memperkuat pelayanan publik di Bumi Benuanta.




