spot_img
More
    spot_img

    Petani Rumput Laut Sebatik Resah Pencurian Bentangan, DPRD Kaltara Usulkan Patroli Laut

    WARTA, NUNUKAN – Keluhan petani rumput laut di wilayah Sebatik, Kabupaten Nunukan, kembali mencuat. Mereka mengaku resah dengan maraknya pencurian bentangan rumput laut yang terjadi di area budidaya perairan setempat.

    Persoalan tersebut disampaikan masyarakat kepada Anggota DPRD Kalimantan Utara, H. Ladullah, saat agenda reses masa persidangan 2026 yang digelar di Rumah Makan Hasanah, Kecamatan Sebatik.

    Dalam pertemuan itu, para pembudidaya mengungkapkan bahwa saat memasuki masa panen, tali bentangan rumput laut yang menjadi media budidaya kerap sudah hilang lebih dulu.

    “Masyarakat menyampaikan persoalan keamanan di laut. Banyak petani mengeluhkan saat akan panen, tali bentangan rumput laut mereka sudah tidak ada karena dicuri,” kata Ladullah.

    Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menjelaskan bahwa kasus pencurian bentangan rumput laut sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Namun selama ini para petani kesulitan menyampaikan keluhan mereka agar mendapat perhatian dari pemerintah.

    Menurutnya, kegiatan reses menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi kepada wakil rakyat.

    Ladullah menilai masalah keamanan di kawasan budidaya rumput laut perlu segera mendapat penanganan serius. Pasalnya, komoditas tersebut merupakan salah satu sumber utama penghasilan masyarakat pesisir, khususnya di Pulau Sebatik.

    Di wilayah Sebatik Barat, kata dia, sebagian besar warga menggantungkan mata pencaharian dari sektor budidaya rumput laut.

    “Budidaya rumput laut menjadi penopang ekonomi masyarakat pesisir di wilayah perbatasan. Karena itu keamanannya harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

    Menanggapi aspirasi tersebut, Ladullah memastikan akan membawa persoalan itu ke tingkat Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara agar dapat segera ditindaklanjuti.

    Salah satu langkah yang dinilai dapat dilakukan dalam waktu dekat adalah meningkatkan pengawasan melalui patroli laut secara rutin di wilayah budidaya milik masyarakat.

    Baca Juga:  Sosialisasikan Perda Penyakit Menular

    “Setelah reses ini, saya akan menyampaikan langsung kepada Pemprov Kaltara. Salah satu solusi yang mendesak adalah memperkuat patroli laut untuk menjaga keamanan area budidaya warga,” ujarnya.

    Selain persoalan keamanan, Ladullah juga menyoroti kondisi harga rumput laut yang belakangan mengalami penurunan. Menurutnya, situasi tersebut berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat pesisir di wilayah Sebatik.

    Ia berharap pemerintah daerah dapat segera mencari solusi agar sektor budidaya rumput laut tetap menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat di kawasan perbatasan.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU