WARTA, JAKARTA – Ada pemandangan tak biasa sekaligus menyejukkan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (17/1/2026). Di bawah kubah masjid kebanggaan bangsa, semangat toleransi bersemi saat Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin rapat perdana persiapan Perayaan Imlek Nasional 2577 Kongzili.
Pemilihan lokasi koordinasi di Masjid Istiqlal ini bukan tanpa alasan. Hal tersebut menjadi pesan kuat bahwa Imlek tahun ini bukan sekadar seremoni budaya, melainkan agenda nasional yang inklusif dan berlandaskan nilai kebangsaan yang kental.
Puncak Acara di Lapangan Banteng
Rangkaian perayaan dijadwalkan akan berlangsung meriah mulai 22 Februari 2026 dan mencapai puncaknya pada 28 Februari 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta. Presiden RI, Prabowo Subianto, direncanakan hadir langsung untuk merayakan momen ini bersama masyarakat.
Menteri Agama Nasaruddin Umar, selaku penasihat utama, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Terbukti, kepanitiaan tahun ini melibatkan tokoh-tokoh besar, mulai dari Utusan Khusus Presiden Mari Elka Pangestu hingga jajaran wakil menteri seperti Irene Umar (Ketua Penyelenggara), Veronica Tan, dan Stella Christie.
Imlek untuk Semua Rakyat Indonesia
Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Wilianto Tanta, menekankan bahwa Imlek Nasional adalah milik seluruh rakyat Indonesia.
”Ini adalah momentum untuk meneguhkan nilai persaudaraan dan toleransi sebagai satu bangsa. Kami berharap semangat Imlek membawa energi positif dan kedamaian bagi kemajuan Indonesia,” ujar Wilianto saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (20/1/2026).
Senada dengan hal tersebut, pemilihan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar sebagai Ketua Umum Panitia juga membawa visi baru. Perayaan kali ini tidak hanya menampilkan atraksi budaya tradisional, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi melalui keterlibatan pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif.
Dukungan Luas Berbagai Ormas
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh berbagai tokoh lintas agama dan organisasi, seperti Ustadz Das’ad Latif, serta pimpinan ormas Tionghoa seperti INTI, PITI, WALUBI, dan Permabudhi. Kehadiran berbagai elemen ini mempertegas komitmen Indonesia dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan antargolongan.
Dengan semangat gotong royong, Perayaan Imlek Nasional 2026 diharapkan menjadi tonggak persatuan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.




