WARTA, TANJUNG SELOR -Pemangkasan transfer ke daerah (TKD) cukup memberikan terapi kejut bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
Sebagai provinsi yang sebagian wilayahnya masuk daerah terluar dan terdepan, tidak dipungkiri ada rasa khawatir bahwa program infrastruktur dasar dan pelayanan publik akan terhambat.
Menurut Kepala Biro Administrasi Pembangunan Kalimantan Utara, Sapi’i, kebijakan ini memang menjadi tantangan berat.
“Dengan kebijakan itu, kami tidak memungkiri pasti akan berdampak ke berbagai program ke depannya,” ujarnya, Sabtu (6/12/2025).
Meski demikian, lanjut Sapi’i, pemprov tidak ingin pasrah terhadap keadaan. Dia menyebut OPD harus lebih inovatif dalam menyusun kegiatan.
“Ujian ini harus menjadi cambuk agar kita bekerja lebih inovatif terlebih dengan pengelolaan anggaran yang dipotong,” imbuhnya.




