WARTA, TANJUNG SELOR — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menyiapkan langkah besar untuk mempercepat pemerataan listrik di seluruh wilayah. Melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), target Bantuan Pemasangan Baru Listrik (BPBL) tahun depan ditetapkan lebih ambisius, yakni menembus lebih dari 1.000 sambungan.
Kabid Ketenagalistrikan Dinas ESDM Kaltara, Abdul Muis, memastikan bahwa program BPBL tetap menjadi prioritas hingga tahun 2030. Selain mendukung sambungan rumah tangga, program ini juga beririsan dengan percepatan listrik pedesaan.
Untuk tahun 2025, usulan awal ke pemerintah pusat mencapai 2.500 sambungan, dengan sekitar 1.600 di antaranya dikelola langsung oleh PLN untuk se-Kaltara. Sementara dari sisi provinsi, Dinas ESDM kembali menargetkan 1.000 lebih sambungan guna menutup kesenjangan elektrifikasi.
“Komitmen pemerintah sangat tinggi. Tahun depan kita rencanakan lagi 1.000 lebih sambungan dari APBD provinsi,” ujar Muis, Jumat (5/12/2025).
Ia menegaskan, program BPBL ini akan terus bergerak secara progresif meskipun kondisi fiskal mengalami penyesuaian. Pemerintah provinsi tetap optimistis dapat meningkatkan capaian dan mendekatkan masyarakat pada akses listrik yang lebih merata.




