WARTA, MAKASSAR – Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Andi Fajrul Syam, SH, menegaskan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) merupakan kebutuhan penting dalam dunia pendidikan, terutama di tengah perubahan pola belajar siswa yang semakin kompleks.
Hal tersebut disampaikan usai melaksanakan konsultasi di Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar, Rabu (13/11/2025), yang membahas penerapan metode pembelajaran mendalam di sejumlah daerah yang telah mengadopsinya lebih awal.
Andi Fajrul menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam menekankan kemampuan siswa dalam memahami, mengolah, dan menerapkan pengetahuan secara komprehensif. Pendekatan ini dinilai mampu mendorong siswa berpikir kritis dan tidak hanya terpaku pada hafalan materi.
“Pembelajaran mendalam membantu siswa memahami materi secara utuh, bukan sekadar menghafal. Proses belajar menjadi jauh lebih bermakna,” tegas Andi Fajrul.
Menurutnya, metode ini relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini, yang menuntut siswa mampu mengambil keputusan, memecahkan masalah, dan melakukan refleksi terhadap pembelajaran. Ia juga menyebut metode tersebut memberi ruang lebih besar bagi guru untuk menciptakan interaksi kelas yang hidup dan inspiratif.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Komisi I DPRD Nunukan, Muhammad Mansur, turut menekankan bahwa pembelajaran mendalam dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga mengajak siswa memahami konteks, menelusuri konsep, hingga menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari.
Ia menyebutkan bahwa sejumlah daerah yang telah menerapkan metode ini mulai menunjukkan hasil positif, terutama peningkatan kemampuan pemahaman siswa. Namun, Mansur mengingatkan bahwa kesiapan guru menjadi kunci utama keberhasilan metode tersebut.
“Guru harus dibekali pelatihan yang memadai agar mampu menerapkan metode ini dengan tepat. Tanpa kesiapan guru, hasilnya tidak akan maksimal,” ujar Ketua Fraksi NasDem DPRD Nunukan ini.
Selain itu, ia menilai perlunya dukungan kebijakan daerah agar pelatihan guru dapat berjalan secara konsisten. Pengawas sekolah juga disebut memiliki peran penting dalam memastikan metode tersebut diterapkan dengan benar di ruang kelas.
Mansur menambahkan bahwa sekolah perlu menyediakan lingkungan belajar yang mendukung analisis siswa, termasuk sarana pembelajaran dan akses informasi yang memadai.
Mengakhiri pernyataannya, Mansur menegaskan bahwa pembelajaran mendalam layak diterapkan di sekolah-sekolah Kabupaten Nunukan. “Peningkatan kualitas pendidikan bergantung pada keberanian daerah beradaptasi dengan metode belajar yang lebih relevan bagi perkembangan siswa masa kini,” ujarnya. (*)




