spot_img
More
    spot_img

    Wagub Kaltara Temui Pangdam Mulawarman, Dorong Putra Dayak Kenyah Berkarier di TNI

    WARTA, BALIKPAPAN – Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Ingkong Ala, melakukan audiensi dengan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarman, Krido Pramono, di Markas Kodam VI/Mulawarman, Kota Balikpapan, Senin (16/3/2026).

    Pertemuan tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, tokoh adat, dan TNI, khususnya dalam mendorong generasi muda Dayak Kenyah di Kaltara agar memiliki kesempatan lebih luas untuk mengabdi kepada negara melalui Tentara Nasional Indonesia.

    Dalam audiensi itu, Ingkong hadir tidak hanya sebagai Wakil Gubernur, tetapi juga selaku Ketua Lembaga Adat Dayak Kenyah Kalimantan Utara (LADKKU). Ia didampingi Presiden Majelis Adat Dayak Nasional, Marthin Billa, serta sejumlah tokoh adat Dayak Kenyah.

    Ingkong menjelaskan bahwa lembaga adat memiliki peran strategis dalam menjaga keharmonisan masyarakat. Selain melestarikan budaya dan adat istiadat, lembaga adat juga sering menjadi mediator dalam penyelesaian konflik sosial di tengah masyarakat.

    “Lembaga adat tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga berperan menciptakan kondusivitas serta menjadi jembatan penyelesaian berbagai persoalan sosial di masyarakat,” ujarnya.

    Ia menilai kolaborasi antara tokoh adat dan TNI sangat penting, terlebih Kalimantan Utara merupakan wilayah perbatasan yang memiliki posisi strategis dalam menjaga kedaulatan negara.

    Dalam pertemuan tersebut, Ingkong juga menyampaikan tingginya minat generasi muda Dayak Kenyah untuk bergabung menjadi prajurit TNI, termasuk melalui jalur Akademi Militer (Akmil). Namun, banyak pemuda dari wilayah pedalaman Kaltara masih menghadapi keterbatasan akses informasi serta pembinaan awal untuk mempersiapkan diri menghadapi proses seleksi.

    Karena itu, ia berharap pihak Kodam VI/Mulawarman dapat membantu membuka akses yang lebih luas melalui sosialisasi dan pembinaan bagi calon prajurit hingga ke daerah pedalaman.

    “Kalau ada pembinaan sejak awal dan informasi yang lebih terbuka, saya yakin banyak putra-putri daerah yang mampu bersaing dan mengabdi kepada negara,” kata Ingkong.

    Baca Juga:  MenPAN-RB Pastikan Tidak Ada PHK Massal, Pemda Wajib Anggarkan Gaji Honorer 

    Selain membahas penguatan sumber daya manusia, Ingkong juga menyampaikan aspirasi masyarakat perbatasan terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur dan konektivitas wilayah, khususnya menuju daerah terpencil seperti wilayah Long Nawang, Apau Kayan, Pujungan, dan Apau Kayan.

    Menurutnya, keterbatasan akses transportasi menyebabkan distribusi kebutuhan pokok menjadi sulit dan mahal. Ia mencontohkan harga solar di beberapa wilayah perbatasan dapat mencapai Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per liter, sementara harga semen bisa mencapai Rp600 ribu hingga Rp700 ribu per sak.

    Ia berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat adat sekaligus membuka peluang lebih besar bagi generasi muda Kaltara untuk berperan dalam menjaga kedaulatan negara serta pembangunan daerah perbatasan.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU