WARTA, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan mulai mematangkan rencana pembangunan sekolah rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Program ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi pemerataan pendidikan, khususnya bagi mereka yang selama ini belum tersentuh layanan pendidikan formal.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Akhmad, menyampaikan bahwa saat ini program tersebut masih dalam tahap persiapan. Lahan pembangunan pun telah disiapkan dan ditargetkan mulai dibangun pada tahun 2026.
“Sekolah rakyat ini masih dalam tahap proses. Lahannya sudah tersedia dan diharapkan pembangunan bisa dimulai tahun depan,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Lokasi sekolah direncanakan berada di kawasan strategis, yakni di sekitar depan Kantor Bupati Nunukan, dekat Islamic Center, dengan luas lahan sekitar 5 hektare.
Sekolah ini akan mengusung konsep terpadu antara jenjang SMP dan SMA. Pada tahap awal, masing-masing jenjang direncanakan memiliki dua hingga tiga rombongan belajar (rombel), dengan kemungkinan penambahan di masa mendatang.
“Konsepnya terpadu antara SMP dan SMA. Untuk awal, direncanakan 2 sampai 3 rombel, dan ke depan bisa ditambah sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Sekolah rakyat ini secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang belum pernah mengakses pendidikan formal, seperti anak-anak pekerja migran Indonesia.
“Sasarannya adalah anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk yang belum sempat sekolah, seperti anak pekerja migran,” katanya.
Untuk menunjang proses pembelajaran, sekolah ini akan menerapkan sistem asrama (boarding school) dengan pembiayaan pendidikan yang sepenuhnya ditanggung pemerintah.
“Sekolah ini dirancang dengan sistem asrama dan gratis, sehingga anak-anak bisa mendapatkan pendidikan yang layak tanpa terbebani biaya,” tambahnya.
Melalui konsep tersebut, Pemkab Nunukan menargetkan sekolah rakyat mampu melahirkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing tinggi, setara bahkan melampaui sekolah unggulan lainnya.
“Kita berharap lulusan sekolah ini memiliki kualitas unggul dan mampu bersaing,” tegasnya.
Kehadiran sekolah rakyat ini diharapkan tidak hanya membuka akses pendidikan yang lebih luas, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Nunukan.




