spot_img
More
    spot_img

    RSUD Nunukan Gandeng HIPERCCHI, Perkuat Kompetensi Nakes Lewat Pelatihan Intensif

    WARTA, NUNUKAN – RSUD Nunukan terus memperkuat kualitas layanan kesehatan dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Salah satunya melalui kolaborasi bersama HIPERCCHI dalam penyelenggaraan Pelatihan Keperawatan Intensif Dasar yang digelar selama lima hari, 27 April hingga 1 Mei 2026.

    Pelatihan yang berlangsung di Lantai 2 Atlas Medica RSUD Nunukan ini diikuti 30 tenaga kesehatan, terdiri dari perawat dan tenaga medis terkait. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kompetensi dalam menangani pasien dengan kondisi kritis, khususnya di ruang perawatan intensif.

    Para peserta mendapatkan materi komprehensif dari narasumber berpengalaman, mulai dari prinsip dasar keperawatan intensif, manajemen pasien kritis, hingga keterampilan teknis dalam situasi kegawatdaruratan. Selain teori, pelatihan juga dilengkapi sesi praktik langsung untuk memastikan kemampuan aplikatif di lapangan.

    Panitia pelaksana, Rizky Utami atau Kiky, yang juga menjabat sebagai Kasubbag Kepegawaian dan SDM RSUD Nunukan, menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesiapan tenaga kesehatan.

    “Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam meningkatkan kompetensi SDM, khususnya tenaga keperawatan yang memiliki peran vital dalam pelayanan pasien kritis,” ujarnya.

    Ia menambahkan, kolaborasi dengan HIPERCCHI menjadi nilai tambah karena menghadirkan materi yang lebih aplikatif dan sesuai kebutuhan layanan rumah sakit.

    Sementara itu, Direktur RSUD Nunukan, Andi Bau Tune Mangkau, mengapresiasi pelatihan tersebut sebagai upaya konkret meningkatkan mutu layanan kesehatan.

    “Pelatihan ini sangat penting untuk memastikan tenaga kesehatan memiliki kompetensi yang profesional dan siap menghadapi berbagai tantangan pelayanan,” ungkapnya.

    Ia menegaskan, pengembangan SDM menjadi prioritas utama dalam peningkatan kualitas layanan rumah sakit, terutama di wilayah perbatasan seperti Nunukan.

    “Kami akan terus mendorong pelatihan berkelanjutan, karena kualitas layanan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya,” tambahnya.

    Baca Juga:  Kasus Keracunan di Sebatik, Pemkab Nunukan Tunggu Hasil Investigasi

    Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan keterampilan secara konsisten serta menjadi agen perubahan di unit kerja masing-masing.

    Langkah ini sekaligus menjadi bukti pentingnya sinergi antar lembaga dalam menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, khususnya dalam penanganan pasien kritis yang membutuhkan ketepatan, kecepatan, dan keahlian khusus.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU