WARTA, NUNUKAN – Penguatan peran perempuan dalam pembangunan keluarga dan pendidikan anak kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Nunukan. Hal itu terlihat dalam pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK dan pengukuhan Bunda PAUD se-kecamatan yang berlangsung khidmat di Ruang Serbaguna Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Rabu (29/4/2026).
Bupati Nunukan, Irwan Sabri, hadir langsung menyaksikan prosesi tersebut. Pelantikan mencakup sejumlah kecamatan, di antaranya Sebatik, Lumbis, Sebuku, Sebatik Timur, Sebatik Utara, Lumbis Ogong, Seimenggaris, Sembakung Atulai, hingga Krayan Timur.
Dalam arahannya, Irwan menekankan pentingnya sinergi antara TP PKK dan Bunda PAUD dalam mendukung program pemerintah, khususnya penanganan stunting serta penguatan pendidikan karakter sejak usia dini.
“Peran PKK bukan sekadar organisasi kewanitaan, tetapi juga motor penggerak kesejahteraan keluarga dan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi anak-anak di era digital, terutama terkait penggunaan gadget dan media sosial. Menurutnya, orang tua perlu menemukan keseimbangan antara memberi akses teknologi dan melakukan pengawasan yang ketat.
“Kalau anak dibiarkan tanpa kontrol, ibarat dilepas di hutan belantara. Tapi kalau terlalu dibatasi, mereka bisa tertinggal. Di sinilah peran orang tua dan kader PKK untuk memastikan ada pengawasan yang tepat,” ujarnya.
Irwan menambahkan, Bunda PAUD memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan anak-anak mendapatkan stimulasi pendidikan yang tepat pada masa emas pertumbuhan.
Selain itu, ia juga meminta para camat untuk lebih proaktif dalam menjalankan fungsi pemerintahan di wilayah masing-masing. Camat diharapkan mampu mendeteksi persoalan sejak dini dan aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak.
“Jangan sampai persoalan baru diketahui setelah viral. Camat harus cepat tanggap dan aktif berkoordinasi dengan masyarakat, OPD, DPRD, hingga tokoh adat,” pesannya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Mutia Irwan, menegaskan bahwa Bunda PAUD diharapkan menjadi figur teladan sekaligus motor penggerak dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.
Ia juga mendorong penguatan kolaborasi antara TP PKK, Bunda PAUD, pemerintah kecamatan, desa, serta seluruh elemen masyarakat guna meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini secara holistik.
“Koordinasi dan kolaborasi harus terus diperkuat. Mari kita bergerak bersama untuk kesejahteraan keluarga dan kemajuan daerah,” tutupnya.




