WARTA, NUNUKAN — Pemerintah Kabupaten Nunukan terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan, terutama melalui pemanfaatan teknologi dan revitalisasi sarana belajar. Sejalan dengan program Asta Cita Prabowo serta 17 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Nunukan, berbagai langkah konkret kini mulai membuahkan hasil nyata di lapangan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nunukan, Akhmad, S.IP., M.Si., mengungkapkan bahwa program revitalisasi sekolah saat ini telah berjalan di sejumlah wilayah. Upaya tersebut tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan akses terhadap teknologi dan sumber belajar digital yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Salah satu inovasi yang paling dirasakan manfaatnya adalah pengadaan layanan internet Starlink di wilayah-wilayah yang sebelumnya masuk kategori blank spot, seperti Krayan dan Lumbis Ogong.
“Pengadaan Starlink ini sangat membantu. Sekolah-sekolah di daerah yang sebelumnya sulit mendapatkan sinyal kini sudah bisa menikmati koneksi internet yang stabil. Ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan di wilayah perbatasan, khususnya di Kecamatan Krayan, Lumbis Ogong, dan sekitarnya,” jelas Akhmad.
Selain itu, Dinas Pendidikan juga memperkenalkan Rumah Pendidikan, sebuah platform digital yang menyediakan berbagai materi pembelajaran secara daring. Platform ini dirancang sebagai pelengkap program Merdeka Mengajar, agar guru dan siswa dapat terus mengembangkan kompetensi sesuai dengan karakteristik dan potensi daerah masing-masing.
Melalui kombinasi revitalisasi fisik dan transformasi digital, Pemerintah Kabupaten Nunukan berharap ekosistem pendidikan dapat berkembang lebih adaptif terhadap tantangan era teknologi.
“Kami optimis, dengan dukungan teknologi dan semangat para guru, kualitas pendidikan di Nunukan akan semakin maju dan setara dengan daerah lain di Indonesia,” tutup Akhmad.(Hyt/REDAKSI)




