WARTA, NUNUKAN — Suasana berbeda mewarnai pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Kawasan Perbatasan Tahun 2026 yang digelar di Lantai V Kantor Bupati Nunukan, Selasa (12/5). Usai mengikuti paparan dari para narasumber, para peserta rakor langsung diarahkan menuju area parkir Kantor Bupati yang mendadak berubah layaknya festival kuliner rakyat.
Deretan stan UMKM lokal yang berjajar rapi langsung diserbu peserta. Aroma makanan khas Nusantara menggoda selera, mulai dari sate, soto, nasi bakar hingga aneka jajanan tradisional dan minuman segar khas daerah.
Konsep santai namun penuh keakraban itu membuat suasana rakor terasa lebih hidup. Para peserta tampak menikmati momen berburu kuliner sambil bercengkerama selepas mengikuti agenda resmi pemerintahan.
Menariknya, setiap peserta dibekali voucher makan dan minum yang bisa digunakan di seluruh stan UMKM yang tersedia. Voucher tersebut memberi kesempatan bagi peserta untuk bebas memilih menu favorit sekaligus membantu meningkatkan transaksi pelaku usaha lokal.
Kehadiran UMKM dalam kegiatan rakor ini menjadi warna tersendiri. Tidak hanya menghadirkan suasana hangat di tengah forum strategis pembangunan kawasan perbatasan, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Nunukan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat kecil.
Area parkir Kantor Bupati yang biasanya dipenuhi kendaraan pun berubah menjadi pusat interaksi masyarakat dan ruang promosi produk lokal yang ramai dikunjungi.
Melalui konsep tersebut, Rakor Pembangunan Kawasan Perbatasan tidak hanya melahirkan gagasan strategis untuk pembangunan daerah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Nunukan.




