Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, langsung menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi di lapangan.
Menurutnya, langkah antisipatif perlu dilakukan guna memastikan keselamatan masyarakat, terutama yang berada di kawasan pesisir dan pulau-pulau terluar yang berhadapan langsung dengan perairan internasional.
“Saya telah meminta BPBD bersama seluruh instansi terkait untuk terus memonitor kondisi di lapangan dan menyiapkan langkah-langkah kesiapsiagaan sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Irwan.
Status kewaspadaan tersebut muncul setelah BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami akibat aktivitas gempa tektonik yang berpusat di wilayah Filipina. Sejumlah daerah di Kalimantan Utara, termasuk Kabupaten Nunukan, masuk dalam wilayah yang dipantau.
Selain mengaktifkan kesiapsiagaan aparatur, Bupati juga mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi situasi tersebut. Ia meminta warga tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.
Perhatian khusus diberikan kepada masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir, termasuk wilayah Sebatik dan sekitarnya. Warga diminta menghindari sementara aktivitas di pantai dan muara sungai hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman oleh otoritas terkait.
“Yang terpenting adalah tetap tenang dan jangan mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Ikuti arahan pemerintah dan informasi resmi dari BMKG,” katanya.
Irwan juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi di media sosial. Menurutnya, penyebaran kabar yang tidak terverifikasi berpotensi menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
Di sisi lain, koordinasi lintas instansi terus diperkuat. Pemerintah daerah bersama BPBD, BMKG, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya melakukan pemantauan berkelanjutan guna memastikan setiap perkembangan dapat segera direspons.
Hingga pemantauan terakhir, belum ditemukan adanya perubahan signifikan pada kondisi perairan maupun laporan kejadian yang membahayakan masyarakat.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Pemerintah akan terus memantau perkembangan dan segera menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perubahan situasi,” tegasnya.
Langkah cepat yang dilakukan Pemkab Nunukan menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kesiapan menghadapi potensi bencana sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat di tengah situasi yang berkembang.




