WARTA, NUNUKAN – Semarak peringatan Hari Kartini ke-147 tahun 2026 di Kabupaten Nunukan diwarnai dengan Lomba Busana Kebaya dan Wastra Nusantara kategori ibu dan anak PAUD yang berlangsung meriah, Selasa (21/4).
Kegiatan yang digelar di Ruang Pertemuan Lantai 5 Kantor Bupati Nunukan ini secara resmi dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah, Raden Iwan Kurniawan, mewakili Bupati Nunukan.
Mengusung tema “Berkarakter dan Berbudaya Menuju Indonesia Emas”, lomba ini diikuti 31 pasangan ibu dan anak yang tampil memukau dengan balutan kebaya dipadukan berbagai wastra Nusantara seperti batik, tenun, hingga songket.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakan Pj Sekda, disampaikan bahwa peringatan Hari Kartini menjadi momentum penting untuk mengenang perjuangan Raden Ajeng Kartini sekaligus memperkuat peran perempuan, khususnya ibu, dalam mendidik generasi penerus.
“Ibu adalah pendidik pertama bagi anak. Dari ibu, anak belajar nilai kehidupan, sopan santun, dan kecintaan terhadap budaya bangsa,” ujarnya.
Ia menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana edukatif untuk menanamkan nilai-nilai budaya sejak usia dini agar anak-anak tetap mengenal dan mencintai warisan bangsa di tengah perkembangan zaman.
Ketua panitia, Nurlatifahani, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Pokja Bunda PAUD Kabupaten Nunukan tahun 2026. Tema yang diangkat mencerminkan harapan untuk mencetak generasi yang berkarakter kuat dan berbudaya.
“Melalui momentum ini, kami ingin mengenalkan sosok Kartini sebagai perempuan cerdas, berani, dan berbudaya, sekaligus menanamkan nilai keteladanannya sejak dini,” jelasnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia Irwan, mengaku bangga atas antusiasme peserta. Ia berharap kegiatan ini mampu mempererat hubungan ibu dan anak sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap kebaya dan wastra Nusantara.
“Tunjukkan keindahan busana Nusantara dengan percaya diri dan jadikan momen ini sebagai kenangan indah bagi ibu dan anak,” pesannya.
Penilaian lomba meliputi keserasian busana, kekompakan, ekspresi, serta kepercayaan diri peserta saat tampil. Sorak sorai penonton pun semakin menambah semarak suasana, terutama saat anak-anak tampil penuh percaya diri di atas panggung.
Di akhir kegiatan, panitia memberikan penghargaan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung lahirnya generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan tetap menjunjung tinggi budaya bangsa menuju Indonesia Emas 2045.




