WARTA, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan terus mendorong penguatan sektor pertanian dengan memperkuat kelembagaan kelompok tani. Upaya ini dilakukan melalui pembinaan dan pendampingan langsung kepada para petani di Kecamatan Nunukan, yang digelar di Kelurahan Nunukan Tengah, Rabu (1/4/2026).
Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, pertemuan tersebut menghadirkan perwakilan berbagai kelompok tani untuk memperkuat kapasitas organisasi sekaligus meningkatkan produktivitas usaha tani di daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Nunukan, Masniadi, mengapresiasi peran aktif kelompok tani yang selama ini ikut mendukung pembangunan pertanian. Ia mendorong para petani agar tetap konsisten, inovatif, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pertanian.
“Kelompok tani harus menjadi organisasi yang solid dan produktif. Kekompakan serta kepercayaan kepada pengurus menjadi kunci dalam mencapai tujuan bersama,” ujarnya.
Masniadi menegaskan, kelompok tani tidak hanya berfungsi sebagai wadah berkumpul, tetapi juga sebagai unit produksi yang mampu meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Karena itu, penguatan kelembagaan dinilai penting agar kelompok lebih mandiri dan mampu mengakses berbagai program bantuan pemerintah.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Nunukan juga memperkenalkan program pengembangan kampung hortikultura. Program ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di wilayah Kecamatan Nunukan, mengingat kondisi lahan yang mendukung budidaya tanaman hortikultura.
“Kelompok tani diharapkan bisa mengambil peran aktif dalam pengembangan kampung hortikultura ini, sehingga mampu meningkatkan nilai ekonomi hasil pertanian,” tambahnya.
Selain itu, sinergi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) juga menjadi perhatian. PPL diharapkan dapat terus aktif mendampingi petani, terutama dalam transfer pengetahuan dan penerapan teknologi pertanian yang lebih modern.
Di akhir kegiatan, Masniadi mengingatkan agar bantuan yang telah disalurkan pemerintah dimanfaatkan secara optimal. Ia menekankan pentingnya perawatan bersama terhadap sarana dan prasarana seperti alat dan mesin pertanian (alsintan), benih, serta pupuk agar mampu meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.




