WARTA, TANJUNG SELOR – Direktur Utama PDAM Danum Benuanta Bulungan, Eldiansyah, angkat bicara menanggapi keluhan warga terkait tagihan air yang dinilai membengkak serta aliran air yang kerap tidak lancar di wilayah Tanjung Selor.
Eldiansyah menegaskan, pihaknya selalu terbuka menerima aduan pelanggan agar bisa segera ditindaklanjuti.
“Silakan datang langsung ke kantor PDAM jika ada pertanyaan soal tarif maupun perhitungannya. Kami siap menjelaskan secara detail,” ujarnya, Jumat (5/9/2025).
Ia memaparkan, tarif air di Bulungan dibagi dalam beberapa blok. Untuk pelanggan subsidi ditetapkan Rp 3.500, sementara kategori non-subsidi antara lain R2 sebesar Rp 7.000, R3 Rp 7.500, dan R4 Rp 8.000. Penentuan kategori didasarkan pada luas bangunan dan kapasitas listrik rumah tangga.
“R1 dan R2 masih dapat keringanan tarif, sedangkan pelanggan R3 ke atas masuk kategori mampu,” jelasnya.
Menurutnya, pemakaian 0–10 kubik untuk semua golongan tetap dikenakan Rp 3.500. Namun, begitu melewati batas tersebut, tarif progresif mulai berlaku.
“Keluhan soal mahal umumnya muncul karena konsumsi air melebihi 10 kubik. Apalagi jika sudah di atas 22 kubik, kenaikan terasa signifikan, khususnya bagi pelanggan R3,” terangnya.
Eldiansyah juga mengingatkan masyarakat untuk bijak menggunakan air dan rutin mengontrol pemakaian. Jika terdapat kerusakan meteran atau indikasi kebocoran, PDAM siap menindaklanjuti.
“Penggantian meteran rusak gratis, tanpa biaya. Cukup laporkan nama, ID pelanggan, dan alamat, tim kami akan turun langsung,” tegasnya.
Untuk kemudahan pelayanan, PDAM membuka layanan konsultasi dan pengaduan melalui call center di nomor 0851-7951-6933.




