WARTA, TANJUNG SELOR – Markas BPBD Provinsi Kalimantan Utara yang biasanya kental dengan nuansa kesiapsiagaan bencana, seketika berubah menjadi hangat dan penuh haru. Puluhan siswa dan guru dari SD Muhammadiyah Tanjung Selor datang membawa misi khusus: memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi para ASN wanita dalam rangka memperingati Hari Ibu.

Bukan sekadar kunjungan biasa, momen ini menjadi ajang edukasi karakter bagi para siswa. Dengan malu-malu namun penuh rasa hormat, jemari mungil para murid menyerahkan setangkai bunga kepada para srikandi BPBD. Aksi sederhana ini membawa pesan mendalam tentang penghormatan terhadap dedikasi perempuan di ruang publik.
Pihak sekolah mengaku sengaja memilih BPBD sebagai lokasi kunjungan karena rasa kagum terhadap peran ganda yang dijalankan para ASN wanita di sana. Mereka adalah ibu yang penuh kasih di rumah, namun tetap menjadi garda terdepan yang tangguh saat urusan kemanusiaan dan bencana memanggil.
“Kami ingin anak-anak belajar langsung mengenai makna pengabdian. Para ibu di BPBD adalah contoh nyata ketangguhan perempuan yang tetap sigap melayani masyarakat tanpa melupakan kodrat dan kasih sayangnya,” ujar salah satu guru pendamping dengan bangga.
Senyum sumringah terpancar dari wajah para ASN wanita saat menerima simbol kasih sayang tersebut. Dialog hangat yang tercipta menunjukkan bahwa di balik seragam dinas yang tegas dan tanggung jawab besar negara, tetap ada kelembutan hati seorang ibu yang menjadi fondasi pembangunan bangsa.
Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya belajar tentang profesi, tetapi juga mengasah empati dan keberanian untuk menghargai setiap pengabdian yang dilakukan oleh sosok perempuan di sekitar mereka.




