WARTA, TANJUNG SELOR — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Provinsi Kalimantan Utara, digelar kegiatan Lampik Sampot, sebuah prosesi adat masyarakat Bulungan yang terus dilestarikan secara turun-temurun. Acara adat yang sarat makna ini berlangsung khidmat di Bunda Hayati, Minggu (9/11), dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting serta pejabat lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara.
Prosesi Lampik Sampot merupakan tradisi masyarakat Bulungan yang menggambarkan nilai penghormatan, persaudaraan, serta penyucian diri sebelum melaksanakan kegiatan besar. Ritual ini melibatkan unsur adat dan simbol-simbol budaya yang dijaga keasliannya dari generasi ke generasi.
Acara dihadiri oleh Asisten I Setda Provinsi Kalimantan Utara, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltara, Sekretaris DPRD Provinsi Kaltara, Ibu Gubernur Kalimantan Utara, istri Bupati Bulungan, serta Ketua Lembaga Adat Kabupaten Bulungan, Darmansyah, beserta jajaran pejabat dan tokoh masyarakat lainnya.
Ketua Lembaga Adat Kabupaten Bulungan, Darmansyah, menyampaikan bahwa kegiatan Lampik Sampot menjadi momentum penting untuk mengingat, menghidupkan, dan melestarikan adat istiadat masyarakat Bulungan yang menjadi warisan budaya berharga.
“Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi wujud nyata menjaga marwah dan derajat Kesultanan Bulungan serta memperkuat jati diri budaya daerah. Semua etnis turut berpartisipasi, menandakan bahwa kebudayaan Bulungan diterima dan dijaga bersama,” ujar Darmansyah.




