WARTA, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) terus mematangkan rencana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bagian dari program makan bergizi gratis yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto.
Hal ini ditegaskan Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara, Dr. Bustan, S.E., M.Si, saat memimpin rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Pembangunan SPPG bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis (21/8), di Kantor Gubernur Kaltara.
Bustan menekankan pentingnya peran Dinas Kesehatan (Dinkes), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk mempercepat pengusulan lokasi pembangunan SPPG.
“Butuh dukungan penuh dari pemerintah daerah, terutama Dinas Kesehatan, agar program ini segera terealisasi di seluruh wilayah Kaltara,” ujarnya.
Usulan Lokasi SPPG di Kaltara
Berdasarkan hasil koordinasi, sejumlah daerah telah mengajukan lokasi strategis pembangunan SPPG, yaitu:
-
Kota Tarakan: 1 titik lokasi
-
Kabupaten Bulungan: 6 titik lokasi
-
Kabupaten Malinau: 3 titik lokasi
-
Kabupaten Nunukan: 4 titik lokasi
-
Provinsi Kaltara: lokasi di area panti jompo sesuai arahan Gubernur
Komitmen Dinkes Kaltara
Kepala Dinas Kesehatan Kaltara, Usman, menegaskan pihaknya siap mengawal penuh proses pembangunan SPPG agar berjalan sesuai target.
“Dinkes berkomitmen memastikan semua lokasi yang diusulkan benar-benar tepat sasaran. Program ini menyangkut kesehatan masyarakat, khususnya gizi anak dan kelompok rentan, jadi harus kita kawal dengan serius,” tegas Usman.
Ia juga menambahkan, Dinkes akan berkolaborasi dengan seluruh OPD terkait, termasuk pemerintah kabupaten/kota, untuk mempercepat verifikasi dan penyiapan sarana pendukung.
Sinergi dan Transparansi
Bustan pun mengingatkan pentingnya kerja sama lintas sektor. “Mari kita berkolaborasi agar program SPPG berjalan lancar. Saya harap OPD di provinsi maupun kabupaten/kota harus terbuka dalam menyampaikan informasi, jangan sampai menimbulkan kesalahpahaman,” ujarnya.
Rapat Monev tersebut turut dihadiri Desy Narulita dari Kemendagri, seluruh kepala OPD, serta jajaran Pemprov Kaltara.
Pemprov Kaltara menegaskan, pembangunan SPPG bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan investasi penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama gizi generasi muda di Kaltara.




