spot_img
More
    spot_img

    Kaltara Siapkan “Senjata” HKI: Lindungi Karya Lokal, Taklukkan Pasar Global

    WARTA, TANJUNG SELOR – Kabar baik bagi para pejuang kreatif di Kalimantan Utara! Pemerintah Provinsi Kaltara menegaskan bahwa perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bukan sekadar urusan administrasi atau “kertas legal” belaka. HKI adalah senjata rahasia agar produk lokal bisa naik kelas dan bersaing di pasar global.

    ​Hal ini menjadi poin utama dalam Seminar dan Pendampingan Kekayaan Intelektual bertajuk “Peran Kekayaan Intelektual dalam Meningkatkan Nilai Tambah Ekonomi Kreatif UMKM” yang digelar di Kantor Gubernur Kaltara, Sabtu (31/1).

    Bukan Sekadar Label, Tapi Aset Strategis

    ​Kepala Bappeda Litbang Kaltara, Bertius, S.Hut., menekankan bahwa di era kompetisi yang ketat, inovasi tanpa perlindungan hukum sangat rentan diklaim pihak lain.​”UMKM kita adalah mesin penggerak ekonomi berbasis kearifan lokal. Tanpa HKI, nilai jual kita bisa tertahan. Tapi dengan merek, hak cipta, atau paten yang terdaftar, produk kita punya daya tawar jauh lebih tinggi,” ujar Bertius.

    Mengapa HKI Penting untuk UMKM Kaltara?

    ​Dalam seminar tersebut, terungkap tiga alasan utama mengapa pelaku usaha harus segera “melek” HKI:

    • Benteng Hukum: Melindungi karya asli masyarakat agar tidak dibajak atau ditiru secara ilegal.
    • Nilai Jual Selangit: Produk dengan merek terdaftar memiliki citra yang lebih profesional dan dipercaya konsumen nasional maupun internasional.
    • Aset Daerah: Kekayaan intelektual (seperti Indikasi Geografis) menjadi identitas kuat yang memperkokoh daya saing Kaltara di peta ekonomi kreatif.

    Jemput Bola: Dari Edukasi ke Pendaftaran Mandiri

    ​Tak hanya teori, Pemprov Kaltara menggandeng Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum RI untuk memberikan bimbingan teknis. Tujuannya jelas: agar pelaku UMKM tidak bingung lagi dengan prosedur pendaftaran dan bisa melakukannya secara mandiri.

    Baca Juga:  Amankan Kas Daerah, Sekprov Kaltara Minta Perangkat Daerah Atur Strategi Belanja Terutang

    ​”Kami ingin masyarakat sadar bahwa mendaftarkan HKI itu investasi, bukan beban. Ini adalah langkah konkret menuju pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Kaltara,” pungkas Bertius.

    ​Acara ini ditutup dengan sesi penyerahan cendera mata kepada tim DJKI Kemenkum RI sebagai simbol kolaborasi kuat untuk menjaga kreativitas anak bangsa di beranda utara Indonesia.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU