WARTA, TANJUNG SELOR – Kisah hidup Jufri Budiman, S.Pd., adalah potret nyata tentang perjuangan, ketekunan, dan tekad yang mampu mengubah kehidupan seseorang secara dramatis. Dari memanggul dos mi instan di pelabuhan, kini ia duduk di kursi terhormat sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara, bahkan sempat dipercaya menjadi Ketua Sementara DPRD Kaltara periode 2024–2029.
Lahir dan besar di kawasan Pelabuhan Kwandang, Gorontalo Utara, Jufri kecil akrab dengan kerasnya hidup. Ia pernah menjadi buruh pelabuhan dan menggembala sapi milik orang lain demi membantu keluarga. Namun, keterbatasan tak membuatnya menyerah. Justru dari kesederhanaan itulah tumbuh semangat juang yang luar biasa.
Dengan semangat pantang menyerah, Jufri berhasil menyelesaikan pendidikan hingga meraih gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), lalu menapaki karier politik melalui Partai Gerindra. Jalan panjang dan berliku itu akhirnya membawanya menjadi wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Tarakan.
Saat peringatan HUT ke-12 Provinsi Kalimantan Utara pada Oktober 2024, Jufri memimpin rapat paripurna DPRD sebagai Ketua Sementara. Dalam pidatonya, ia menyoroti berbagai capaian Kaltara, seperti raihan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 10 tahun berturut-turut dari BPK, serta penurunan angka stunting sebagai indikator kemajuan pembangunan daerah.
Tak hanya aktif di parlemen, Jufri juga dikenal sebagai sosok yang menjalin sinergi kuat dengan berbagai elemen masyarakat. Ia rutin memimpin rapat paripurna yang melibatkan Forkopimda, organisasi sosial, tokoh agama, dan pemuda dalam merumuskan arah pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
Kisah hidup Jufri Budiman bukan sekadar perjalanan dari bawah ke atas, melainkan sumber inspirasi bagi banyak orang—terutama generasi muda—bahwa asal usul bukanlah batasan untuk bermimpi besar dan mewujudkan perubahan nyata. Dari buruh pelabuhan menjadi pemimpin rakyat, Jufri membuktikan: kerja keras dan komitmen bisa mengubah masa depan.




