WARTA, JAKARTA – Kabar soal kemungkinan pemotongan Gaji Ke-13 tahun 2026 hingga 25 persen sempat membuat kalangan aparatur sipil negara (ASN) geger. Informasi yang beredar luas di masyarakat itu memicu kekhawatiran, terutama bagi PNS, TNI, dan Polri yang mengandalkan tambahan penghasilan tersebut untuk kebutuhan tahunan.
Isu ini mencuat di tengah tekanan ekonomi global yang belum stabil, termasuk dampak fluktuasi harga minyak dunia terhadap beban subsidi energi. Kondisi tersebut mendorong pemerintah dikabarkan mengkaji ulang sejumlah pos belanja, termasuk belanja pegawai.
Menanggapi kabar tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan klarifikasi. Ia menegaskan belum mengetahui adanya rencana pemotongan sebesar 25 persen seperti yang ramai dibicarakan.
“Saya belum tahu soal itu,” ujarnya singkat saat dimintai tanggapan di Jakarta.
Meski begitu, Purbaya mengakui pemerintah memang sedang melakukan evaluasi terkait kebijakan belanja pegawai, termasuk kemungkinan efisiensi pada komponen tertentu. Namun, hingga saat ini belum ada keputusan resmi yang ditetapkan.
“Masih dalam tahap kajian,” tambahnya, seraya meminta publik menunggu hasil final yang akan disesuaikan dengan kondisi fiskal nasional.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa Gaji Ke-13 tetap menjadi bagian dari program pemerintah tahun ini. Ia menyebut pencairannya dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
“Perlu digarisbawahi, THR berbeda dengan gaji ke-13 yang biasanya dibayarkan pertengahan tahun,” jelasnya.
Kepastian jadwal ini menjadi angin segar, khususnya bagi ASN yang memanfaatkan Gaji Ke-13 untuk kebutuhan pendidikan anak menjelang tahun ajaran baru.
Mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2026, penerima Gaji Ke-13 meliputi PNS dan CPNS, PPPK, prajurit TNI, anggota Polri, hingga pejabat negara.
Meski jadwal pencairan telah dipastikan, besaran yang akan diterima masih menunggu keputusan akhir pemerintah. Para ASN kini berharap Gaji Ke-13 tetap dibayarkan penuh tanpa pengurangan di tengah wacana efisiensi anggaran.




