spot_img
More
    spot_img

    Hasil Lab Ungkap Penyebab Keracunan MBG di Sebatik, Dinkes Nunukan: Ada Kontaminasi Bakteri

    WARTA, NUNUKAN — Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Nunukan memastikan penyebab kasus keracunan makanan yang terjadi di dapur MBG, Sebatik, disebabkan oleh kontaminasi bakteri. Kepastian ini diperoleh setelah hasil uji laboratorium resmi keluar dan langsung ditindaklanjuti dengan penutupan sementara dapur tersebut.

    Kepala Dinkes Nunukan, Hj. Miskia, S.Si., Apt., menjelaskan pihaknya langsung menggelar rapat tindak lanjut setelah menerima hasil resmi dari BPOM dan laboratorium klinis di Surabaya.

    “Hasil uji laboratorium menyatakan bahwa keracunan disebabkan oleh bakteri. Dapur pengolahan makanan (MBG) sudah kami nonaktifkan sementara sampai seluruh rekomendasi perbaikan dipenuhi,” tegas Hj. Miskia.

    Dinkes Nunukan juga menyoroti pentingnya penerapan standar sanitasi dan keamanan pangan di setiap dapur penyedia makanan, terutama yang melayani masyarakat dalam skala besar. Pemeriksaan mencakup sumber air, sistem pembuangan, pencucian alat, dan kebersihan area dapur.

    “Semua aspek harus memenuhi kriteria higienis. Para pekerja pun wajib menjalani pemeriksaan kesehatan serta pelatihan pengelolaan pangan yang aman dan sehat,” tambahnya.

    Dapur MBG yang dinonaktifkan akan tetap ditutup hingga memperoleh Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) dan melengkapi seluruh persyaratan teknis serta kesehatan sesuai ketentuan.

    Ke depan, Dinkes berkomitmen memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap seluruh mitra kerja di bidang penyediaan makanan.

    “Sanitasi harus jadi perhatian utama mulai dari kebersihan lingkungan, peralatan masak, hingga kesehatan pekerja. Langkah ini untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang lagi,” pungkas Hj. Miskia.

    Dengan langkah tegas dan cepat ini, Dinas Kesehatan Nunukan menegaskan komitmennya menjaga keamanan pangan dan kesehatan masyarakat, agar layanan publik di bidang konsumsi semakin terjamin dan berkualitas.(Hyt/REDAKSI)

    Baca Juga:  Skema TER Jadi Acuan Baru PPh 21, DPRD Kaltara Dorong Kepatuhan Pajak

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU