spot_img
More
    spot_img

    Tana Tidung Kantongi Dukungan Irigasi Rp25 M, Sejumlah Proyek Tunggu Tender BWS

    WARTA, TIDENG PALE – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung berhasil mendapatkan dukungan anggaran sekitar Rp25 miliaruntuk pengembangan infrastruktur irigasi di sejumlah wilayah. Usulan tersebut diajukan melalui Sistem Informasi Pengusulan Rehabilitasi Irigasi (SIPURI).

    Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPRKP Tana Tidung, Nur Huda, mengatakan dukungan anggaran tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah mempercepat peningkatan jaringan irigasi, khususnya di kawasan yang memiliki potensi pertanian.

    “Alhamdulillah, tahun ini kita sudah mengusulkan melalui aplikasi SIPURI dan kita mendapatkan kurang lebih Rp25 miliar,” kata Nur Huda.

    Anggaran tersebut tersebar di beberapa lokasi. Di antaranya sekitar Rp5 miliar untuk Tidung Pale Seberang, Rp10 miliar di Tanah Merah, dan Rp9 miliar di Sedulun.

    Namun, pelaksanaan fisik proyek masih menunggu proses tender yang dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS). Berdasarkan informasi yang diterima pemerintah daerah, proses kontrak ditargetkan berlangsung pada akhir Agustus.

    Nur Huda menjelaskan, usulan yang diajukan melalui SIPURI terlebih dahulu melalui proses verifikasi BWS Kalimantan V Tanjung Selor sebelum diteruskan ke Kementerian terkait.

    Mekanisme tersebut menjadi salah satu strategi Pemkab Tana Tidung untuk memperoleh dukungan pembiayaan pembangunan irigasi, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

    “Jadi nanti kita terima produknya dalam bentuk irigasi,” terangnya.

    Siapkan Irigasi Tengku Dacing untuk 2027

    Selain mengejar realisasi program tahun 2026, Dinas PUPRKP Tana Tidung juga mulai menyiapkan rencana pengembangan jaringan irigasi untuk 2027.

    Salah satu kawasan yang menjadi perhatian yakni Tengku Dacing. Pemerintah daerah bahkan telah menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai dasar perencanaan pembangunan jaringan irigasi di kawasan tersebut.

    “Untuk tahun ini kami sudah DED untuk irigasi di Tengku Dacing dan sedang berproses. Insyaallah kita usulkan melalui SIPURI untuk tahun 2027,” ungkap Nur Huda.

    Baca Juga:  Komisi III DPRD Kaltara Tinjau IPAL PT PRI Tarakan

    Potensi lahan pertanian di kawasan Tengku Dacing diperkirakan mencapai lebih dari 50 hektare. Jika dukungan anggaran dapat diperoleh, pengembangan jaringan irigasi di wilayah tersebut diharapkan mampu memperluas dukungan pengairan bagi sektor pertanian.

    Sementara di Desa Safari, pemerintah daerah juga berencana mengusulkan pembangunan saluran dengan pasangan batu pada 2027, khususnya untuk saluran primer.

    Usulan tersebut diharapkan dapat masuk dalam perencanaan anggaran berikutnya sehingga peningkatan jaringan irigasi dapat dilakukan secara bertahap.

    Nur Huda menegaskan, pembangunan infrastruktur pengairan tidak hanya berorientasi pada proyek berskala besar. Saluran-saluran kecil yang menghubungkan lahan pertanian dengan sumber air juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

    Dengan pola tersebut, Pemkab Tana Tidung berupaya membangun sistem irigasi secara berkelanjutan, mulai dari normalisasi saluran yang sudah ada hingga pengembangan jaringan utama untuk membuka dan mendukung kawasan pertanian baru.(**)

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU