spot_img
More
    spot_img

    Gempa M 7,7 Picu Peringatan Tsunami, BPBD Kaltara Minta Warga Bulungan, Nunukan dan Tarakan Jauhi Pantai

    WARTA, TANJUNG SELOR – Gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Laut Sulawesi pada Senin (8/6) pagi memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia. Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi salah satu daerah yang masuk dalam status waspada berdasarkan pemutakhiran informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

    Menindaklanjuti informasi tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara, Andi Amriampa, mengimbau masyarakat pesisir untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.

    Ia menyebutkan, wilayah yang berpotensi terdampak di Kaltara meliputi Kabupaten Bulungan, Kabupaten Nunukan, dan Kota Tarakan.

    “Untuk wilayah dengan status waspada, masyarakat diminta menjauhi pantai serta tidak melakukan aktivitas di kawasan pesisir maupun tepian sungai sampai ada informasi lebih lanjut dari pihak berwenang,” ujar Andi.

    Berdasarkan data BMKG Wilayah yang masuk dalam kategori Waspada ini meliputi Kepulauan Talaud dengan estimasi waktu tiba gelombang pukul 06:58 WIB, Kota Bitung pukul 07:19 WIB, Halmahera di Maluku Utara pukul 07:29 WIB, Donggala Bagian Utara di Sulawesi Tengah pukul 07:42 WIB, serta Minahasa Selatan Bagian Selatan pukul 07:42 WIB.

    Kewaspadaan serupa juga berlaku untuk Kota Ternate pada pukul 07:43 WIB, Kutai Timur di Kalimantan Timur pukul 07:44 WIB, Kota Tidore pukul 07:46 WIB, hingga wilayah Bulungan pada pukul 08:05 WIB dan Nunukan pada pukul 08:14 WIB.

    Andi menjelaskan, bagi wilayah yang berstatus siaga, masyarakat diminta segera melakukan evakuasi menuju tempat yang lebih tinggi dan aman. Sedangkan untuk daerah dengan status waspada, langkah yang harus dilakukan adalah menjauhi pantai dan menghentikan sementara seluruh aktivitas di kawasan pesisir.

    “Jangan panik, tetapi tetap waspada. Ikuti arahan petugas dan informasi resmi yang disampaikan BMKG maupun BPBD,” tegasnya.

    Baca Juga:  Gubernur Tutup Turnamen Basket SMA, Dorong Lahirnya Atlet Muda Berprestasi

    Sementara itu, hingga pukul 07.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi satu kali gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar mencapai M6,7.

    BPBD Kaltara terus berkoordinasi dengan BMKG, pemerintah daerah, TNI, Polri, Basarnas, serta instansi terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan kesiapsiagaan di wilayah pesisir.

    Masyarakat juga diimbau tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta selalu mengakses informasi resmi dari BMKG, BNPB, maupun BPBD setempat. Keselamatan warga, terutama kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas, menjadi prioritas utama dalam upaya mitigasi bencana yang sedang dilakukan.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU