spot_img
More
    spot_img

    DPK Kaltara Apresiasi Gerakan Literasi Muh. Ramli, Tiga Buku Karya Santri Lahir di Tarakan

    WARTA, TANJUNG SELOR – Upaya membangun budaya literasi di Kalimantan Utara terus menunjukkan perkembangan positif. Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kaltara, Pemerintah Provinsi Kaltara memberikan apresiasi terhadap gerakan literasi yang digagas Muhammad Ramli bersama para santri di Kota Tarakan.

    Peringatan Hari Buku Nasional menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa literasi tidak hanya sebatas meningkatkan minat baca, tetapi juga mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, kritis, dan produktif dalam menghasilkan karya tulis.

    Kepala DPK Kaltara, Dr. Ilham Zain, S.Sos., M.PA., menilai langkah yang dilakukan Muhammad Ramli patut menjadi contoh bagi sekolah dan komunitas pendidikan lainnya di Kaltara. Selain dikenal sebagai Juara 2 Duta Baca Kaltara, Ramli juga aktif sebagai guru di SMP IT Ibnu Abbas Tarakan serta pendiri komunitas mudahmenulis.id.

    Menurut Ilham Zain, gerakan literasi yang dibangun melalui pendampingan intensif tersebut membuktikan bahwa kemampuan menulis dapat tumbuh apabila mendapat bimbingan yang konsisten dan lingkungan yang mendukung.

    “Budaya literasi harus terus diperkuat. Tidak hanya membiasakan membaca, tetapi juga mendorong generasi muda berani menuangkan ide dan gagasannya dalam bentuk karya,” ujarnya.

    Selama kurang lebih satu bulan, Ramli mendampingi para santri melalui 10 kali pertemuan. Dalam proses itu, peserta diajak memahami pentingnya literasi, membangun keberanian menulis, hingga menyusun karya pertama mereka.

    Dari pendampingan tersebut, lahirlah tiga buku karya santri berjudul Tentang Keluarga yang Selalu di Hati, Hal-Hal yang Selalu Ingin Kuingat, dan Bayi Kecil Itu, Telah Bertumbuh.

    Ilham Zain menyebut keberhasilan para santri menerbitkan buku menjadi bukti nyata bahwa pembinaan literasi yang dilakukan secara berkelanjutan mampu meningkatkan rasa percaya diri generasi muda untuk berkarya melalui tulisan.

    Baca Juga:  Kapan Pelantikan PPPK Paruh Waktu? Ini Jadwal Terbarunya dari BKN

    Ia juga menegaskan bahwa penguatan budaya literasi tidak dapat berjalan hanya melalui program pemerintah semata. Peran sekolah, guru, komunitas, keluarga, hingga masyarakat dinilai sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuhnya kebiasaan membaca dan menulis.

    “Perubahan besar bisa dimulai dari lingkungan terdekat. Karena itu, kolaborasi semua pihak sangat dibutuhkan agar budaya literasi terus berkembang,” katanya.

    DPK Kaltara berharap gerakan serupa dapat meluas ke berbagai daerah di Kaltara sehingga semakin banyak anak muda yang tidak hanya gemar membaca, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat dan daerah.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU