spot_img
More
    spot_img

    Bea Cukai Nunukan Gelar Apel Operasi Anti-Penyelundupan, Perkuat Sinergi Jaga Perbatasan

    WARTA, NUNUKAN – Upaya menekan praktik penyelundupan di wilayah perbatasan terus diperkuat. KPPBC Tipe Madya Pabean C Nunukan menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Pemberantasan Penyelundupan di Mako Lanal Nunukan, Senin (27/4).

    Kegiatan ini dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan, Raden Iwan Kurniawan, bersama unsur TNI, Polri, Forkopimda, serta instansi terkait lainnya sebagai bentuk kesiapsiagaan bersama menghadapi ancaman kejahatan lintas batas.

    Apel dipimpin langsung Kepala KPPBC Nunukan, Rommy Heryadi. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret menghadapi tantangan nyata di wilayah perbatasan yang rawan penyelundupan.

    “Sinergi lintas lembaga merupakan kunci utama. Tidak ada satu instansi pun yang mampu bekerja sendiri dalam menghadapi kompleksitas penyelundupan,” tegasnya.

    Menurut Rommy, kolaborasi antara Bea Cukai, TNI Angkatan Laut, TNI AD, kepolisian, hingga Satgas Pamtas harus terus diperkuat, terutama dalam hal koordinasi, pertukaran informasi, serta pelaksanaan operasi terpadu di lapangan.

    Ia mengingatkan, penyelundupan tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak luas terhadap negara. Mulai dari kerugian penerimaan negara, gangguan stabilitas ekonomi, hingga masuknya barang ilegal yang berpotensi membahayakan masyarakat.

    Beragam komoditas rawan diselundupkan antara lain elektronik dan gadget, tekstil, barang konsumsi, rokok dan produk tembakau, obat-obatan, kosmetik, hingga suku cadang dan kendaraan bermotor.

    “Penyelundupan juga bisa membuka celah kejahatan lintas negara yang lebih besar serta melemahkan kedaulatan negara,” ujarnya.

    Sejalan dengan kebijakan nasional, pemerintah pusat terus memperkuat pengamanan wilayah perbatasan, termasuk di Kalimantan Utara, melalui peningkatan pengawasan, infrastruktur keamanan, dan optimalisasi peran aparat di lapangan.

    Rommy menegaskan, seluruh aparat di daerah memiliki tanggung jawab untuk menerjemahkan kebijakan tersebut ke dalam tindakan nyata.

    Baca Juga:  Kaltara Raih Penghargaan Provinsi Kecil Terbaik 1 Naker Inspirational Leadership Award 2025

    “Tidak boleh ada ruang bagi pelaku penyelundupan. Setiap pelanggaran harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

    Ia pun mengingatkan seluruh peserta apel agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap setiap potensi ancaman.

    “Kita adalah garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan. Keberhasilan operasi ini bergantung pada komitmen dan kerja keras bersama,” pungkasnya.

    Apel ini menjadi penanda dimulainya operasi terpadu pemberantasan penyelundupan di Kabupaten Nunukan, sekaligus mempertegas komitmen bersama dalam menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perbatasan Indonesia.

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU