WARTA, TANA TIDUNG – Kabupaten Tana Tidung mencatat prestasi membanggakan dengan menjadi daerah pertama di Indonesia yang menuntaskan sinkronisasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) 100 persen untuk semester ganjil tahun pelajaran 2025/2026.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tana Tidung, Arman Jauhari, S.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala satuan pendidikan dan operator dapodik di berbagai jenjang yang telah bekerja keras menyelesaikan pengiriman data.
“Capaian ini merupakan dampak dari program KTT Pintar: satu guru satu laptop dan satu PAUD dua laptop pada periode pertama Bupati dan Bunda PAUD Tana Tidung. Program prioritas ini dimaksudkan untuk mendukung digitalisasi pendidikan,” terang Arman, Senin (26/8/2025).
Selain program pengadaan perangkat, kata Arman, pelatihan dapodik juga rutin digelar setiap tahun untuk meningkatkan kompetensi operator, terlebih aplikasi dapodik selalu diperbarui secara berkala.
“Dapodik menjadi sumber data pendidikan yang memiliki peran sangat penting. Basis data ini menjadi dasar penyaluran bantuan operasional satuan pendidikan, baik yang bersumber dari APBN maupun APBD, termasuk sertifikasi guru dan berbagai jenis bantuan lainnya,” jelasnya.
Arman menambahkan, pihaknya terus mendorong seluruh satuan pendidikan di Tana Tidung untuk melakukan sinkronisasi tepat waktu dan berkualitas, mengingat data yang akurat sangat menentukan kebijakan pendidikan ke depan.
Memasuki tahun ajaran baru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI merilis aplikasi dapodik versi 2026 pada 21 Juli 2025, dengan pembaruan terakhir pada 12 Agustus 2025. Pemerintah pusat memberikan tenggat waktu sinkronisasi hingga 31 Agustus 2025 sebagai dasar penetapan bantuan operasional sekolah.
Berdasarkan data resmi laman dapodikdasmen, Tana Tidung menempati peringkat pertama nasional dari 514 kabupaten/kota dengan capaian sinkronisasi 100 persen.




