spot_img
More
    spot_img

    Kadar Air Tinggi Bikin Harga Rumput Laut Nunukan Anjlok, Petani Teriak Butuh Solusi

    WARTA, NUNUKAN – Harga rumput laut di Kabupaten Nunukan anjlok dalam beberapa waktu terakhir. Pembudidaya setempat, Kamaruddin, menyebut penyebab utamanya adalah tingginya kadar air pada produk yang dikirim ke luar daerah, sehingga tidak memenuhi standar pasar.

    “Standar kering seharusnya 37–38 persen, tapi yang dikirim kadang mencapai 39, 40, bahkan 50 persen. Akibatnya di Surabaya harus dijemur ulang, dan harga pun jatuh,” ungkapnya.

    Meski kadar 39–40 persen masih diterima pasar, petani tetap merugi. “Di sini dibayar Rp14–15 ribu per kilogram, tapi penyusutan karena penjemuran ulang bisa membuat harga turun lebih dari Rp5 ribu,” tambahnya.

    Kamaruddin menilai, kekompakan petani dan pedagang menjadi kunci memperbaiki situasi. Ia mendorong penguatan asosiasi, penerapan regulasi harga, dan pelatihan peningkatan kualitas. “Asosiasi sudah ada, tapi persatuan dan kualitas masih harus ditingkatkan,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan perlunya peran aktif pemerintah, terutama dalam pengaturan pasar dan penyediaan sarana pengeringan. “Kalau pemerintah bisa sediakan oven pengering atau alat berbahan bakar batubara, itu sangat membantu. Tapi yang terpenting ada regulasi dan kontrol harga,” tegasnya.

    Soal prediksi harga ke depan, ia mengaku belum bisa memastikan. “Bisa tetap atau turun, makanya perlu kesepakatan antara pengirim dan penerima di Makassar atau Surabaya untuk memperjuangkan harga,” jelasnya.

    Kamaruddin berharap pemerintah lebih aktif membina pembudidaya dan pedagang, sehingga kualitas dan harga rumput laut Nunukan tetap terjaga. “Kalau harga dan kualitas terjaga, petani pasti sejahtera,” pungkasnya.(Hyt/Redaksi)

    Baca Juga:  BKN Terapkan 10 Poin Efisiensi, Hapus Anggaran ATK dan Jemputan Pegawai

    SHARE:

    BERITA TERKAIT

    REKOMENDASI

    spot_img

    BERITA TERPOPULER

    spot_img

    BERITA TERBARU